IKIPIKIP

AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan EkosistemAGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem

Studi ini bertujuan untuk menentukan kuantitas dan kualitas buah salak (salak) Gulapasir di beberapa pusat produksi di Bali. Metode yang digunakan adalah metode survei untuk produksi. Untuk kualitas buah, digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat replikasi, sedangkan untuk kadar vitamin C, asam total, dan TSS diulang tiga kali. Lokasi tanam sebagai perlakuan terdiri dari salak dari Karangasem, Badung, Tabanan, Bangli, dan Gianyar. Variabel yang diamati adalah berat buah per tangkai dan per biji, jumlah buah, ketebalan daging buah, kadar vitamin C, asam total, dan total padatan terlarut (TSS). Hasil studi menunjukkan bahwa produksi buah dari Kabupaten Karangasem menunjukkan produksi tertinggi dalam dua musim (musim sela 1 dan Gadu) dengan total produksi 6 kg/pohon. Salak Gulapasir dari Kabupaten Karangasem, Badung, Tabanan, Bangli, dan Gianyar memiliki kualitas yang berbeda. Salak Gulapasir yang dipanen di Kabupaten Karangasem menunjukkan berat, jumlah, dan ketebalan tertinggi dan berbeda dengan salak dari Kabupaten Gianyar. Kandungan vitamin C, TSS, dan asam total tertinggi ditemukan pada salak dari Karangasem. Lokasi tanam tidak menunjukkan perbedaan terhadap masa simpan. Masa simpan salak Gulapasir berkisar antara 4,75-7,75 hari, dengan masa simpan terpendek terjadi pada salak dari Bangli.

Produksi buah salak Gulapasir dari Kabupaten Karangasem dan Tabanan menunjukkan produksi tertinggi dalam dua musim panen dengan total produksi 6 kg/pohon.Kualitas buah salak Gulapasir dari Kabupaten Karangasem, Badung, Tabanan, Bangli, dan Gianyar memiliki perbedaan.Salak Gulapasir dari Karangasem menunjukkan berat, jumlah, dan ketebalan tertinggi serta kandungan vitamin C, TSS, dan asam total paling tinggi.Masa simpan salak Gulapasir berkisar antara 4,75-7,75 hari, dengan masa simpan terpendek pada salak dari Bangli.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbedaan kualitas salak Gulapasir antar daerah dengan pendekatan genetik untuk memahami variabilitas genetik. Selain itu, penelitian tentang pengaruh iklim mikro terhadap produksi dan kualitas buah salak Gulapasir di lokasi berbeda dapat memberikan wawasan untuk optimasi budidaya. Terakhir, penelitian tentang teknik pascapanen yang efektif untuk memperpanjang masa simpan salak Gulapasir dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas ini.

  1. #padi sawah#padi sawah
  2. #cabai rawit#cabai rawit
Read online
File size754.68 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-2dv
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test