PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA
Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan dan konservasi sumber daya garam gunung di Kecamatan Krayan Selatan, Kalimantan Utara, dengan pendekatan ekologi dan keanekaragaman hayati. Garam gunung di wilayah ini memiliki peran penting dalam ekonomi lokal dan budaya masyarakat adat Lundayeh yang mengelola garam dengan metode tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method yang menggabungkan survei lapangan kuantitatif, analisis kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan 25 informan kunci, serta analisis spasial berbasis GIS untuk pemetaan sebaran sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan utama: (1) identifikasi 12 titik mata air garam dengan karakteristik hidrogeologi berbasis batuan sedimen Karst dan salinitas tinggi (15-25%), (2) keberadaan mikroorganisme halofilik endemik dan vegetasi rawa pegunungan yang sensitif terhadap perubahan ekosistem, (3) praktik pengelolaan tradisional Lundayeh yang memiliki jejak karbon rendah namun menghadapi tekanan modernisasi, (4) kesenjangan antara standar mutu nasional dan metode produksi tradisional, serta (5) ketiadaan mekanisme kelembagaan formal untuk konservasi berkelanjutan. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan dan potensi dalam pengelolaan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan aspek ekosistem yang mendukung dan keberagaman hayati. Model pengelolaan yang diusulkan bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian ekosistem. Penelitian ini memiliki kontribusi terhadap pengembangan model pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal di wilayah perbatasan Indonesia.
Penelitian ini menunjukkan bahwa mata air garam gunung di Kecamatan Krayan Selatan merupakan ekosistem unik yang terbentuk dari interaksi geologi pegunungan, dinamika akuifer, dan proses mineralisasi alami yang menghasilkan karakteristik garam khas bernilai ekonomi dan budaya tinggi.Keberadaan ekosistem ini sangat dipengaruhi oleh vegetasi hutan pegunungan yang berfungsi sebagai penyangga ekologis, serta keanekaragaman hayati mikroorganisme halofilik yang menjadi indikator kesehatan lingkungan.Hasil penelitian menegaskan bahwa praktik tradisional masyarakat adat setempat, seperti teknik perebusan, pengaturan waktu produksi, dan pemanfaatan sumber air secara selektif, merupakan bentuk tata kelola sumber daya yang mendukung keberlanjutan ekosistem.Namun demikian, kondisi perubahan iklim, tekanan pembangunan wilayah perbatasan, dan meningkatnya permintaan pasar terhadap garam tradisional menghadirkan risiko eksploitasi berlebih terhadap mata air garam.Dengan demikian, upaya konservasi harus dilakukan secara terpadu, mencakup perlindungan ekosistem, penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan teknologi produksi rendah emisi, serta dukungan kebijakan yang melindungi identitas budaya dan keberlanjutan sumber daya garam gunung di Krayan Selatan.
Berdasarkan hasil penelitian, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih mendalami topik ini dan memberikan kontribusi pada pengelolaan garam gunung yang berkelanjutan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan teknologi produksi garam yang ramah lingkungan dan efisien, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti penggunaan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon. Kedua, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk memahami dampak perubahan iklim terhadap produksi garam gunung dan strategi adaptasi yang dapat diterapkan oleh masyarakat setempat. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi ekonomi garam gunung sebagai komoditas bernilai tinggi, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti pemasaran, branding, dan pengembangan produk turunan. Keempat, studi dapat dilakukan untuk menganalisis dampak sosial dan budaya dari pengelolaan garam gunung, termasuk peran masyarakat adat dalam konservasi dan pelestarian sumber daya tersebut. Kelima, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas model pengelolaan garam gunung yang diusulkan dalam penelitian ini, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam implementasinya.
| File size | 486.9 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIDAIAIDA Observasi awal menunjukkan kelemahan dalam memahami materi bacaan serta menyampaikan informasi secara lisan. Sebagai solusi, tim layanan melakukan programObservasi awal menunjukkan kelemahan dalam memahami materi bacaan serta menyampaikan informasi secara lisan. Sebagai solusi, tim layanan melakukan program
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Intervensi growth mindset terbukti efektif dalam meningkatkan performa matematis, dengan dampak yang bervariasi berdasarkan karakteristik peserta didikIntervensi growth mindset terbukti efektif dalam meningkatkan performa matematis, dengan dampak yang bervariasi berdasarkan karakteristik peserta didik
IITSSIITSS Analisis ini telah menerangi kompleksitas mendalam yang mencirikan pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia, mengungkapkan lanskap di manaAnalisis ini telah menerangi kompleksitas mendalam yang mencirikan pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia, mengungkapkan lanskap di mana
YMPNYMPN Penelitian ini mengonfirmasi manfaat pendidikan multibahasa berbasis bahasa ibu, namun menemukan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebijakan danPenelitian ini mengonfirmasi manfaat pendidikan multibahasa berbasis bahasa ibu, namun menemukan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebijakan dan
HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA Website salah satu media yang bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, disamping dukungan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, website menjadiWebsite salah satu media yang bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, disamping dukungan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, website menjadi
HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA Oleh karena itu, pendidikan non-formal dengan regulasi yang diatur secara mandiri menyediakan fasilitas pembelajaran tambahan bagi warga belajar dalamOleh karena itu, pendidikan non-formal dengan regulasi yang diatur secara mandiri menyediakan fasilitas pembelajaran tambahan bagi warga belajar dalam
HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA Tingkat validitas bahan ajar: ahli media 82,4%, ahli materi 91,2%, respon guru 92%, respon siswa (kelompok kecil) 86,5% dan (kelompok besar) 88,3%. BerdasarkanTingkat validitas bahan ajar: ahli media 82,4%, ahli materi 91,2%, respon guru 92%, respon siswa (kelompok kecil) 86,5% dan (kelompok besar) 88,3%. Berdasarkan
GMPIONLINEGMPIONLINE Faktor‑faktor yang memengaruhi pilihan karier meliputi kondisi/kejadian (W dan A) serta faktor genetik/warisan keluarga (R), menunjukkan bahwa profesiFaktor‑faktor yang memengaruhi pilihan karier meliputi kondisi/kejadian (W dan A) serta faktor genetik/warisan keluarga (R), menunjukkan bahwa profesi
Useful /
IAIDAIAIDA Kegiatan ini berkontribusi positif terhadap pengembangan sikap berbahasa yang santun dan memperkuat peran linguistik dalam penggunaan bahasa IndonesiaKegiatan ini berkontribusi positif terhadap pengembangan sikap berbahasa yang santun dan memperkuat peran linguistik dalam penggunaan bahasa Indonesia
GMPIONLINEGMPIONLINE Cerita dalam sastra anak mampu mendialogkan kehidupan secara menarik, konkret, dan kontekstual. Fabel berjudul Kisah Seekor Camar dan Kucing yang MengajarinyaCerita dalam sastra anak mampu mendialogkan kehidupan secara menarik, konkret, dan kontekstual. Fabel berjudul Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya
GMPIONLINEGMPIONLINE Implementasi pendekatan Think Pair Share dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa dalam matematika. Nilai rata-rata prestasi belajar matematikaImplementasi pendekatan Think Pair Share dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa dalam matematika. Nilai rata-rata prestasi belajar matematika
GMPIONLINEGMPIONLINE Regulasi emosi remaja dengan orang tua tunggal belum terbentuk dengan sempurna karena remaja masih belum dapat mengatasi masalah emosi yang dialami. ImplikasiRegulasi emosi remaja dengan orang tua tunggal belum terbentuk dengan sempurna karena remaja masih belum dapat mengatasi masalah emosi yang dialami. Implikasi