SUMSELPROVSUMSELPROV

Publikasi Penelitian Terapan dan KebijakanPublikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intervensi negara melalui pemerintah desa dalam kaitan dengan teori hegemoni Antonio Gramsci, dengan fokus pada dinamika gotong royong masyarakat Desa Kenotan, Kecamatan Adonara Tengah, Flores Timur. Tujuan penelitian adalah menilai bentuk hegemoni negara dalam pembangunan desa, menelaah sejauh mana tradisi gotong royong (gemohing) tetap bertahan atau mengalami perubahan, serta menilai tingkat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara hadir melalui regulasi dan dana desa yang berdampak pada peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan. Namun, pemberian upah harian (HOK) dalam program pembangunan menyebabkan pergeseran makna gotong royong dari kerja sukarela menjadi kegiatan semi-formal yang terikat pada insentif. Tradisi gemohing masih dipraktikkan secara swadaya di luar program pemerintah, namun semakin berkurang dalam kegiatan pembangunan resmi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hegemoni negara membawa dampak positif berupa pembangunan desa, tetapi juga negatif karena melemahkan nilai sosial-budaya masyarakat. Oleh karena itu, integrasi antara kebijakan pembangunan dengan pelestarian budaya lokal sangat penting untuk pembangunan desa yang berkelanjutan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kehadiran negara melalui pemerintah desa di Desa Kenotan terlihat nyata melalui program dan regulasi, serta dana desa yang meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.Intervensi ini menjadi instrumen hegemoni negara dalam membentuk arah pembangunan desa, namun konsensus masyarakat lebih didorong oleh motif ekonomi daripada kesadaran ideologis.Tradisi gotong royong mengalami pergeseran makna, dari kerja sukarela menjadi kegiatan semi-formal yang dikaitkan dengan insentif HOK, yang melemahkan modal sosial masyarakat.Resistensi masyarakat terhadap dominasi negara masih ada, terlihat dari praktik swadaya seperti perbaikan jembatan Waitete.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan pengembangan penelitian lanjutan yang berfokus pada dinamika interaksi antara hegemoni negara dan budaya lokal dalam konteks pembangunan desa. Pertama, penelitian dapat dilakukan dengan membandingkan berbagai desa di Flores Timur atau wilayah lain untuk mengidentifikasi variasi dalam implementasi program pembangunan dan dampaknya terhadap modal sosial masyarakat. Kedua, penelitian perlu menggali lebih dalam mengenai strategi pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada kearifan lokal, agar pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai gotong royong dan solidaritas sosial. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran tokoh-tokoh adat dan lembaga-lembaga tradisional dalam menjembatani kepentingan negara dan masyarakat, serta memastikan bahwa pembangunan desa berjalan selaras dengan nilai-nilai budaya dan aspirasi lokal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perumusan kebijakan pembangunan desa yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan, serta mampu memperkuat identitas budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  1. Budaya Gotong Royong Masyarakat Dalam Perubahan Sosial Saat Ini | Effendi | Jurnal Pemikiran Sosiologi.... doi.org/10.22146/jps.v2i1.23403Budaya Gotong Royong Masyarakat Dalam Perubahan Sosial Saat Ini Effendi Jurnal Pemikiran Sosiologi doi 10 22146 jps v2i1 23403
Read online
File size398.5 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test