IOCSIOCS

Journal of Management Science (JMAS)Journal of Management Science (JMAS)

Masyarakat yang kurang mampu acap kali sulit untuk mulai mengembangkan usaha yang akan digeluti yang bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian mereka, dikarenakan terbatasnya modal usaha yang dimiliki. Bank di Indonesia seringkali memilih lebih untuk meminjamkan modalnya kepada masyarakat menengah ke atas ketimbang menengah ke bawah. Karena itulah tidak sedikit masyarakat kurang mampu terjerat dalam hutang rentenir. Koperasi dianggap sesuai dengan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kurang mampu, dikarenakan memiliki cara ganda yaitu memiliki tidak hanya membantu unsur ekonomi dan unsur sosial, sehingga tidak hanya meningkatkan unsur perekonomian tetapi juga perkembangan sosial mereka. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana peran, hasil bagi nasabah serta hambatan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dibidang pertanian melalui pinjaman Modal usaha. Melalui wawancara dan observasi dapat diketahui bahwa tahapan yang dilakukan cukup sesuai dengan tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan observasi, wawancara dan studi okumentasi. Dalam mewawancarai narasumber, penulis menggunakan teknik purposive sampling di desa Huta Nauli. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh Koperasi Gapktan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dibidang pertanian, mereka mendapat bantuan modal untuk mengembangkan usaha, bahkan hasil dari keuntungan yang didapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengembangkan pertanian mereka.Dengan hasil ini diharapkan kondisi perekonomian masyarakat menjadi lebih baik.

Koperasi Gapoktan berperan efektif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peminjaman modal pertanian dengan tahapan yang terstruktur, mulai dari persiapan hingga terminasi.Manfaat dari pinjaman modal tersebut terlihat dari kemampuan nasabah untuk mengembangkan usaha tani dan memenuhi kebutuhan hidup, yang menunjukkan peningkatan kesejahteraan.Namun, terdapat hambatan seperti sulitnya nasabah berkembang secara mandiri dan risiko nasabah yang pindah secara tiba-tiba, yang dapat mengganggu operasional koperasi.

Penelitian selanjutnya bisa dikembangkan dengan mengeksplorasi beberapa arah baru untuk memperdalam pemahaman tentang dampak koperasi. Pertanyaan penelitian pertama yang menarik adalah, Bagaimana perbandingan peranan koperasi serupa dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa-desa lain yang mungkin memiliki jenis komoditas pertanian atau kondisi sosial yang berbeda? Ini akan membantu melihat apakah model yang sukses di Huta Nauli bisa diterapkan di tempat lain. Selanjutnya, akan sangat berguna untuk menyelidiki lebih dalam, Faktor-faktor apa saja yang sebenarnya menyebabkan sebagian anggota gagal berkembang padahal sudah mendapat bantuan modal dan bimbingan? Pemahaman ini bisa membantu koperasi merancang program pendampingan yang lebih efektif. Terakhir, penelitian juga bisa mengarah pada pertanyaan, Sejauh mana peran sosial koperasi, seperti kegiatan gotong royong atau pelatihan bersama, secara langsung memengaruhi ketahanan ekonomi keluarga anggota di luar fasilitas pinjaman? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana koperasi benar-benar bisa menjadi pilar pemberdayaan yang holistik, tidak hanya secara finansial tetapi juga secara sosial.

  1. #ekonomi masyarakat#ekonomi masyarakat
  2. #gotong royong masyarakat#gotong royong masyarakat
Read online
File size219.81 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-24E
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test