UNIMMANUNIMMAN

Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan Amanah

Lemak viseral merupakan jaringan adiposa yang aktif secara metabolik dan berperan penting dalam patogenesis berbagai penyakit kardiometabolik. Akumulasi lemak viseral tidak hanya berdampak pada kesehatan sistemik, tetapi juga diduga memiliki keterkaitan dengan kondisi kulit, yang merupakan organ terbesar tubuh dan sensitif terhadap perubahan metabolik. Studi ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara lemak viseral dengan indikator kesehatan kulit, termasuk kadar minyak, kadar air, dan hidrasi kulit pada populasi dokter muda. Kelompok ini dipilih karena meskipun relatif sehat secara klinis, mereka rentan mengalami gangguan metabolik subklinis akibat pola kerja dan gaya hidup yang kurang optimal. Penelitian dilakukan dengan desain potong lintang pada 96 dokter muda di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, analisis komposisi tubuh menggunakan bioimpedansi, pemeriksaan kulit dengan skin analyzer, serta profil lipid darah. Analisis korelasi Spearman digunakan untuk menilai hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemak viseral memiliki korelasi positif signifikan terhadap kadar minyak (r = 0,331; p = 0,001), kadar air kulit (r = 0,338; p = 0,001), serta hidrasi kulit (r = 0,297; p = 0,004). Hal ini menjadikan lemak viseral sebagai satu-satunya parameter tubuh yang berkorelasi konsisten dengan seluruh indikator kesehatan kulit. Sebaliknya, kadar LDL darah berkorelasi negatif terhadap hidrasi kulit (r = -0,222; p = 0,030), sementara parameter lain tidak menunjukkan hubungan bermakna (p > 0,05). Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa peningkatan lemak viseral berhubungan erat dengan peningkatan kadar minyak, air, dan hidrasi kulit melalui mekanisme metabolik dan inflamasi, bahkan pada individu muda yang tampak sehat. Temuan ini menekankan pentingnya skrining lemak viseral serta penerapan intervensi gaya hidup sehat sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus menurunkan risiko gangguan metabolik.

Studi ini menunjukkan bahwa akumulasi lemak viseral berkorelasi positif dengan kadar minyak, kadar air, dan hidrasi kulit, bahkan pada individu muda dan secara klinis sehat seperti dokter muda melalui mekanisme endokrin, metabolik, dan imunologis yang kompleks.Temuan ini menekankan pentingnya skrining dini terhadap distribusi lemak tubuh, terutama lemak viseral, dalam pemeriksaan kesehatan tenaga medis muda.Oleh karena itu, intervensi berbasis gaya hidup sehat, manajemen stres, serta edukasi gizi dan hidrasi harus diprioritaskan untuk menekan akumulasi lemak viseral serta menjaga fungsi fisiologis kulit dan metabolisme sistemik secara berkelanjutan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan kausal antara lemak viseral dan indikator kesehatan kulit, serta untuk memahami perubahan metabolik dan kesehatan kulit dari waktu ke waktu. Kedua, studi intervensi yang melibatkan perubahan gaya hidup, seperti diet dan olahraga, dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengurangan lemak viseral terhadap perbaikan hidrasi dan kesehatan kulit pada dokter muda. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki mekanisme molekuler yang mendasari hubungan antara lemak viseral dan fungsi kulit, termasuk peran adipokin, sitokin inflamasi, dan jalur metabolisme lipid. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang interaksi kompleks antara lemak viseral, kesehatan metabolik, dan integritas kulit, sehingga dapat dirumuskan strategi preventif dan terapeutik yang lebih efektif untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah penyakit metabolik pada populasi yang rentan.

  1. Skin Hydration by Natural Moisturizing Factors, a Story of H-Bond Networking | The Journal of Physical... pubs.acs.org/doi/10.1021/acs.jpcb.4c05473Skin Hydration by Natural Moisturizing Factors a Story of H Bond Networking The Journal of Physical pubs acs doi 10 1021 acs jpcb 4c05473
  2. Abdominal fat and serum uric acid in type 2 diabetes | DMSO. abdominal fat serum uric acid type diabetes... dovepress.com/correlation-between-abdominal-fat-distribution-and-serum-uric-acid-in--peer-reviewed-fulltext-article-DMSOAbdominal fat and serum uric acid in type 2 diabetes DMSO abdominal fat serum uric acid type diabetes dovepress correlation between abdominal fat distribution and serum uric acid in peer reviewed fulltext article DMSO
  3. Lemak Viseral, Bukan Lemak Biasa : Faktor Dominan dalam Regulasi Oil, Water, dan Hidrasi Kulit pada Dokter... doi.org/10.57214/jka.v9i2.920Lemak Viseral Bukan Lemak Biasa Faktor Dominan dalam Regulasi Oil Water dan Hidrasi Kulit pada Dokter doi 10 57214 jka v9i2 920
  4. In Obesity, Esophagogastric Junction Fat Impairs Esophageal Barrier Function and Dilates Intercellular... gastrojournal.org/retrieve/pii/S0016508524058049In Obesity Esophagogastric Junction Fat Impairs Esophageal Barrier Function and Dilates Intercellular gastrojournal retrieve pii S0016508524058049
Read online
File size382.77 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test