E JOURNALSANGKAKALAE JOURNALSANGKAKALA

Davar : Jurnal TeologiDavar : Jurnal Teologi

Tulisan ini menjelaskan pentingnya iman yang kuat sebagai fondasi dalam mempertahankan diri serta melawan pengajaran sesat. Yudas menasehati orang percaya untuk membangun diri di atas dasar iman yang paling suci. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan memadukan berbagai sumber jurnal dan buku serta sistem hermeneutik untuk menemukan makna dari Yudas 1:20-21. Hasil penelitian menunjukkan Yudas 1:20-21 relevan dalam kehidupan orang percaya masa kini. Pertama, orang percaya harus membangun diri dalam iman yang kokoh di dalam Kristus sebagai fondasi untuk menentang dan melawan pengajaran sesat. Kedua, orang percaya dalam membangun iman harus di bawah pimpinan Roh Kudus sebagai perawat iman dari orang percaya. Ketiga, orang percaya harus memihara imannya dalam kasih Allah dan tidak menjauhkan diri dari kasih Allah. Identitas orang percaya adalah dilihat dari iman yang kuat sehingga tidak dipengaruhi oleh pengajaran sesat yang mengancam kehidupan orang percaya. Orang percaya harus membangun iman kepada Kristus secara terus-menerus.

20-21 memberikan nasehat serta teguran yang jelas bagi orang percaya masa kini untuk membangun diri dalam iman yang paling suci.Membangun menunjukkan suatu perintah yang aktif untuk menguatkan diri dalam iman yang Kudus secara terus -menerus, yang berakar dalam Yesus Kristus sebagai dasar yang kuat bagi kehidupan orang percaya dalam melawan pengajaran sesat.Membangun diri dalam iman tidak hanya sekedar kepercayaan biasa, melainkan iman yang suci dan kudus yang menuntut pertumbuhan dan pengenalan akan Kristus secara benar dan hidup korporat dalam tubuh Kristus.Orang percaya harus bergantung total kepada pimpinan Roh Kudus yang menjadi sarana utama memperkuat iman dalam menghadapi pengajaran sesat.Akhirnya Yudas mengingatkan setiap orang percaya pentingnya memelihara diri dalam kasih Allah sebagai inti dari kehidupan sambil menantikan rahmat Tuhan Yesus Kristus untuk hidup kekal.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan prinsip membangun diri dalam iman dapat diintegrasikan dalam program pembinaan rohani di gereja-gereja lokal, khususnya dalam menghadapi tantangan pengajaran sesat yang semakin beragam. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan modul pelatihan atau seminar yang dirancang khusus untuk membekali jemaat dengan pemahaman teologis yang kuat dan keterampilan berpikir kritis. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman hidup orang-orang percaya yang telah berhasil mempertahankan iman mereka di tengah arus penyesatan. Dengan memahami strategi dan sumber daya yang mereka gunakan, kita dapat memperoleh wawasan berharga tentang bagaimana membangun ketahanan spiritual dan memperkuat komitmen terhadap kebenaran. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pandangan Yudas tentang membangun diri dalam iman dengan pandangan teolog-teolog Kristen lainnya dari berbagai tradisi. Hal ini dapat memperkaya pemahaman kita tentang topik ini dan memberikan perspektif yang lebih luas tentang bagaimana menghadapi tantangan spiritual di berbagai konteks budaya dan sosial.

  1. Studi Teologis tentang "Berdoa di dalam Roh Kudus" menurut Perjanjian Baru dan Penerapannya... doi.org/10.36421/veritas.v9i2.197Studi Teologis tentang Berdoa di dalam Roh Kudus menurut Perjanjian Baru dan Penerapannya doi 10 36421 veritas v9i2 197
  2. Analisis Kritis Pemahaman Kristen Progresif Tentang Keselamatan: Perspektif Alkitabiah Yang Terpinggirkan... ojs.stakrri.ac.id/index.php/theologiainsani/article/view/81Analisis Kritis Pemahaman Kristen Progresif Tentang Keselamatan Perspektif Alkitabiah Yang Terpinggirkan ojs stakrri ac index php theologiainsani article view 81
Read online
File size304.81 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test