IICETIICET
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan IndonesiaPenelitian ini didorong oleh rendahnya prestasi belajar siswa kelas IV SDN 08 Marunggi pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan 32 siswa kelas IV di SDN 08 Marunggi sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian ini meliputi lembar observasi guru dan tes kognitif siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan kognitif siswa untuk tingkat pengetahuan meningkat dari 68,18 pada siklus I menjadi 76,49 pada siklus II. Sementara itu, kemampuan kognitif siswa untuk tingkat pemahaman meningkat dari 75,97 pada siklus I menjadi 90,15 pada siklus II. Oleh karena itu, model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran IPS dengan menggunakan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar kognitif tingkat pengetahuan dan pemahaman siswa.Rata-rata persentase peningkatan hasil belajar kognitif tingkat pengetahuan pada siklus I ke siklus II adalah 31,82% menjadi 81,82%, dan peningkatan hasil belajar kognitif tingkat pemahaman adalah 50% menjadi 77,27%.Dengan demikian, model pembelajaran berbasis masalah efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran untuk penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh model problem based learning terhadap aspek afektif siswa, seperti motivasi dan kerjasama, karena aspek ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas model problem based learning pada mata pelajaran lain, tidak hanya IPS, untuk memperluas cakupan manfaatnya. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan model problem based learning dengan model pembelajaran lain, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran kooperatif, untuk mengidentifikasi model yang paling efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa di era modern.
| File size | 131.18 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan nilai posttestPengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan nilai posttest
STAIALHIKMAHPARIANGANSTAIALHIKMAHPARIANGAN Hingga saat ini, guru hanya menggunakan pertanyaan studi kasus untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dengan hasil yang kurang optimal. PenelitianHingga saat ini, guru hanya menggunakan pertanyaan studi kasus untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dengan hasil yang kurang optimal. Penelitian
UNITAS PALEMBANGUNITAS PALEMBANG Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket minat belajar, angket respon siswa, tes kemampuan pemecahan masalah matematika, dan lembar observasiData penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket minat belajar, angket respon siswa, tes kemampuan pemecahan masalah matematika, dan lembar observasi
STAIDDIMAKASSARSTAIDDIMAKASSAR Siswa dengan literasi sains tinggi mampu memahami konsep secara mendalam, menganalisis informasi, mengaitkan teori dengan praktik, serta menyusun argumenSiswa dengan literasi sains tinggi mampu memahami konsep secara mendalam, menganalisis informasi, mengaitkan teori dengan praktik, serta menyusun argumen
AFEKSIAFEKSI Subjek penelitian terdiri dari 54 siswa kelas IV SDN Srengat 1 yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaranSubjek penelitian terdiri dari 54 siswa kelas IV SDN Srengat 1 yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran
ABULYATAMAABULYATAMA Permasalahan yang diangkat yaitu rendahnya keterlibatan siswa dan kurangnya pengembangan keterampilan abad 21 dalam pembelajaran konvensional. PenelitianPermasalahan yang diangkat yaitu rendahnya keterlibatan siswa dan kurangnya pengembangan keterampilan abad 21 dalam pembelajaran konvensional. Penelitian
UNCMUNCM Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi sel di kelas XI di SMA N1 Kaway dengan menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi sel di kelas XI di SMA N1 Kaway dengan menggunakan
UNCMUNCM Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kelas eksperimen menunjukkan peningkatan keterampilan proses sains siswa untuk materi asam, basa dan garamBerdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kelas eksperimen menunjukkan peningkatan keterampilan proses sains siswa untuk materi asam, basa dan garam
Useful /
UVERSUVERS Sehingga tindakan pencegahan akan resiko menjadi penting, salah satunya adalah dengan keikutsertaan dalam asuransi. Namun masyarakat di Indonesia masihSehingga tindakan pencegahan akan resiko menjadi penting, salah satunya adalah dengan keikutsertaan dalam asuransi. Namun masyarakat di Indonesia masih
JOMPARNDJOMPARND Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Dalam Pemberian konseling MP-ASI. BerdasarkanTujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Dalam Pemberian konseling MP-ASI. Berdasarkan
JOMPARNDJOMPARND Pengetahuan yang kurang akan membentuk perilaku dan sikap yang tidak benar terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, oleh karena itu diperlukan adanyaPengetahuan yang kurang akan membentuk perilaku dan sikap yang tidak benar terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, oleh karena itu diperlukan adanya
JOMPARNDJOMPARND Selain itu, perawatan pencabutan gigi yang mengalami kegoyangan atau persistensi telah dilaksanakan, dan diharapkan siswa melakukan sikat gigi dua kaliSelain itu, perawatan pencabutan gigi yang mengalami kegoyangan atau persistensi telah dilaksanakan, dan diharapkan siswa melakukan sikat gigi dua kali