STKIP MELAWISTKIP MELAWI

AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan MatematikaAL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII materi pokok bangun ruang sisi datar di SMP Negeri 1 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan bentuk true experimental design jenis pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan nilai posttest dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian ini adalah rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen lebih baik daripada rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas kontrol. Analisis uji-t menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen adalah 88,618 dan kelas kontrol adalah 84,647. Dari hasil uji perbedaan rata-rata posttest menunjukkan bahwa nilai ๐‘กโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘” = 2,0175 > ๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ = 1,6683, maka ๐ป0 ditolak dan ๐ป1 diterima. Artinya, ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model PBL dengan pendekatan CRT ini dapat diimplementasikan secara efektif dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan model pembelajaran konvensional pada materi bangun ruang sisi datar kelas VII SMP Negeri 1 Semarang.Hal ini ditunjukkan dengan hasil posttest bahwa rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen yang menerapkan model PBL dengan pendekatan CRT adalah 88,618, sedangkan kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional memperoleh nilai rata-rata 84,647.Uji-t dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 66 menunjukkan nilai ๐‘กโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘” = 2,0175 > ๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ = 1,6683, maka ๐ป0 ditolak dan ๐ป1 diterima.Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan rata-rata antara kedua kelas, dengan nilai rata-rata kelas eksperimen yang menerapkan model PBL dengan pendekatan CRT lebih tinggi daripada kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL dengan pendekatan CRT dan model pembelajaran konvensional pada materi bangun ruang sisi datar di kelas VII SMP Negeri 1 Semarang.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas model PBL dengan pendekatan CRT di lingkungan budaya yang berbeda untuk mengevaluasi adaptabilitasnya. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi integrasi teknologi digital dalam model PBL-CRT untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik. Terakhir, studi lebih lanjut bisa membandingkan hasil pembelajaran PBL-CRT dengan pendekatan lain, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran kolaboratif, untuk mengidentifikasi strategi terbaik dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika.

Read online
File size516.7 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test