JOMPARNDJOMPARND

One moment, please...One moment, please...

Anak sekolah dasar merupakan generasi pembangunan bangsa yang sangat rentan terhadap penyakit terutama penyakit gigi dan mulut. Kondisi kesehatan gigi dan mulut yang tidak dijaga bisa berakibat sangat buruk seperti kehilangan gigi, kesulitan mengunyah, gangguan estetik dan fonetik, berkurangnya kepercayaan diri. Membersihkan gigi dan mulut dari sisa makanan atau debris merupakan langkah awal dalam pengendalian plak yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit pada jaringan keras gigi maupun jaringan lunak gigi. Perawatan kesehatan gigi dan mulut secara dini merupakan langkah awal mencegah kerusakan gigi lebih lanjut dengan pengetahuan menyikat gigi, pencabutan gigi susu pada waktu gigi tersebut harus tanggal (persistensi), penambalan gigi pada karies dini. Permasalahan pada anak SDN 1 Rajabasa Bandar lampung dimana keterbatasan pengetahuan tentang kebersihan gigi dan cara meyikat gigi yang belum benar, masih ada gigi yang mengalami persistensi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dan mulut, sehingga dapat mencegah terjadinya karies gigi pada anak dengan memberikan penyuluhan dan edukasi sikat gigi bersama-sama, melakukan pencabutan gigi susu yang persistensi. Pelaksanaan program dari Pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi, pemeriksaan dan perawatan sederhana (pencabutan).

Kegiatan edukasi, pemeriksaan, dan perawatan sederhana (pencabutan gigi) pada siswa SDN 1 Rajabasa berhasil meningkatkan pengetahuan tentang menyikat gigi secara tepat.Selain itu, perawatan pencabutan gigi yang mengalami kegoyangan atau persistensi telah dilaksanakan, dan diharapkan siswa melakukan sikat gigi dua kali sehari serta kontrol ke poli gigi minimal tiap enam bulan.Dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah, termasuk pengingat pentingnya kesehatan gigi dan pelaksanaan program sikat gigi bersama, diperlukan untuk menjaga keberlangsungan program.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efek jangka panjang edukasi kebersihan gigi terhadap kejadian karies pada anak dengan melakukan studi kohort selama minimal dua tahun setelah intervensi; selanjutnya, perlu dibandingkan efektivitas metode edukasi interaktif (misalnya permainan edukatif) versus video pembelajaran dalam meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan menyikat gigi pada siswa SD, sehingga dapat menentukan pendekatan yang paling efisien; terakhir, studi multi‑regional yang melibatkan beberapa sekolah dasar di berbagai daerah dapat menilai skalabilitas program serta peran aktif sekolah dalam memfasilitasi program kesehatan gigi berkelanjutan, termasuk evaluasi kepatuhan siswa terhadap sikat gigi bersama dan kunjungan kontrol ke poli gigi secara rutin.

Read online
File size908.93 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test