LITERACYINSTITUTELITERACYINSTITUTE

Indonesian Journal of Community ServicesIndonesian Journal of Community Services

Proyek infrastruktur telah menjadi kesempatan signifikan bagi pemerintah untuk mendorong perkembangan sosial dan ekonomi. Namun, hasil proyek infrastruktur menghasilkan limbah yang signifikan. Didefinisikan secara operasional sebagai limbah konstruksi dan demolisi (CDW), mereka menyumbang 30% limbah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir. Dengan fokus pada area perkotaan di Antipolo City sebagai kasus khusus, penelitian ini menyediakan kerangka kerja terintegrasi untuk pengelolaan CDW yang berkelanjutan. Data hasil yang dikorborasi dari metode Delphi, kerangka kerja ini terdiri dari tiga pendekatan pengembangan regulasi spesifik tentang pengelolaan CDW, termasuk menerapkan strategi pengelolaan limbah ekonomi sirkular di setiap tahap siklus hidup proyek, dan meningkatkan sistem pengumpulan dan pembuangan limbah saat ini di kota. Hasil juga menunjukkan bahwa 53% pihak konstruksi mempercayakan pengumpulan dan pembuangan CDW kepada pengangkut swasta. Sistem ini menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang harus bertanggung jawab atas pengelolaan limbah yang dihasilkan dari proyek. Oleh karena itu, rekomendasi diberikan yang akan berfungsi sebagai fondasi untuk menetapkan kebijakan yang mengatasi masalah dan kekhawatiran tentang pengelolaan CDW.

Untuk mengembangkan pengelolaan CDW yang berkelanjutan di Antipolo, penelitian ini mengusulkan kerangka kerja terintegrasi dengan tiga elemen kunci.(1) formulasi regulasi spesifik untuk pengelolaan CDW, (2) implementasi strategi pengelolaan limbah ekonomi sirkular, dan (3) peningkatan metode pengumpulan dan pembuangan limbah.Elemen-elemen ini ditentukan melalui triangulasi data dan dapat membantu kota meningkatkan sistem pengelolaan limbah CDW saat ini yang diamati kurang terorganisir.Seperti yang ditunjukkan hasil penelitian, Antipolo belum mengembangkan intervensi yang berfokus pada pengelolaan limbah yang dihasilkan dari proyek infrastruktur vertikal.Ada distribusi tanggung jawab yang tidak jelas di antara pihak konstruksi, yang menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang harus bertanggung jawab atas pengumpulan dan pembuangan CDW.Karena itu, kerangka kerja yang dikembangkan dapat diadopsi oleh pembuat kebijakan dan perusahaan konstruksi karena menyediakan metode yang tepat dan seragam untuk mengatasi masalah yang terkait dengan pengelolaan CDW.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada strategi berkelanjutan untuk mengelola semua bentuk CDW, bukan hanya yang dihasilkan dari proyek infrastruktur vertikal. Studi ini terbatas secara geografis di Antipolo, sehingga perlu diperluas ke area lain untuk memastikan efektivitas strategi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak ekonomi sirkular dalam pengelolaan CDW, termasuk penciptaan lapangan kerja hijau dan peningkatan pendapatan. Terakhir, studi dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi pengelolaan CDW pasca-bencana, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

  1. An Integrative Approach for Sustainable Management of Construction and Demolition Waste in Antipolo City,... doi.org/10.47540/ijcs.v3i1.1415An Integrative Approach for Sustainable Management of Construction and Demolition Waste in Antipolo City doi 10 47540 ijcs v3i1 1415
Read online
File size794.27 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test