POLNAMPOLNAM

JURNAL SIMETRIKJURNAL SIMETRIK

Pasir kuarsa memainkan peran vital dalam berbagai industri karena sifat dan aplikasinya yang unik. Penelitian ini dilakukan di Teluk Madang, Sukamara, untuk menentukan distribusi dan ketebalan pasir kuarsa serta memperkirakan potensi sumber dayanya. Metode penelitian melibatkan observasi lapangan langsung, yang kemudian diolah menjadi data spasial dan perhitungan sumber daya menggunakan metode poligon. Berdasarkan peta geologi regional, area penelitian terdiri dari tiga formasi geologi yang menunjukkan potensi akumulasi pasir kuarsa. Observasi geomorfologi mengidentifikasi tiga satuan lahan: dataran aluvial (51%), dataran rawa (20%), dan daratan bergelombang (29%). Sebanyak 96 lubang bor dilakukan di area penelitian seluas 4,62 hektar. Ketebalan lapisan pasir kuarsa bervariasi, dengan ketebalan maksimum 3,6-4 meter dan minimum 0,4 meter. Rata-rata ketebalan berkisar antara 1,3-1,8 meter. Menggunakan metode poligon, volume sumber daya pasir kuarsa diperkirakan sebesar 12.225 m³, dengan kepadatan 2,6 g/cm³, menghasilkan total perkiraan tonase pasir silika sekitar 31.785 ton.

Berdasarkan evaluasi peta geologi regional lembar Pangkalan Bun, terdapat tiga formasi geologi yaitu formasi dahor (TQd), endapan aluvium (Qa), dan endapan lumpur (Qs).Ketiga formasi batuan tersebut menunjukkan potensi untuk terendapkannya pasir kuarsa.Dalam peninjauan geomorfologi, terdapat tiga satuan yaitu satuan daratan aluvial (51%), satuan daratan rawa (20%), dan satuan daratan tanah gelombang (29%).Pemboran dilakukan dengan alat bor tangan sebanyak 96 titik.Berdasarkan pengolahan data, lapisan pasir kuarsa yang paling tebal adalah 3,6-4 meter, sedangkan yang paling tipis adalah 0,4 meter.Rata-rata ketebalan pasir kuarsa adalah 1,3-1,8 meter.Estimasi sumber daya pasir kuarsa menggunakan teknik poligon menghasilkan volume 12.225,6 m3 dengan kepadatan 2,6 g/cm3, sehingga tonase pasir silika dalam daerah penelitian seluas 4,62 Ha adalah 31.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan eksplorasi lebih dalam dengan metode pemboran yang lebih canggih dan jarak antar titik yang lebih rapat, agar data ketebalan lebih detail dan mengurangi ketidakpastian dalam estimasi sumber daya. Analisis laboratorium terhadap sampel pasir kuarsa juga penting untuk mengetahui kandungan senyawa pengotor dan kadar SiO2, guna menentukan kelayakan industri. Kajian kelayakan ekonomi dasar dalam pengusahaan tambang, tata guna lahan, dan potensi dampak ekologis perlu dilakukan. Pemanfaatan teknologi pemetaan geospasial seperti GIS dan drone sangat disarankan dalam perencanaan tambang dan monitoring keberlanjutan usaha penambangan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi teknis diperlukan agar potensi ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan, mendukung pembangunan ekonomi wilayah berbasis sumber daya alam lokal.

Read online
File size790.31 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test