TEKNOKRATTEKNOKRAT

Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS)Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS)

Proyek pengabdian masyarakat yang dilaksanakan untuk studi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan nilai-nilai budaya Minahasa melalui membaca folklore. Partisipan pengabdian masyarakat ini adalah 20 anak-anak yang hidup dalam kemiskinan yang tinggal di kelurahan Paniki Bawah yang terletak di Manado, Sulawesi Utara. Sebelum proyek pengabdian masyarakat dilaksanakan, sebagian besar dari mereka hanya berada pada Tingkat Kata literasi dan tidak memiliki pengetahuan tentang folklore Minahasa. Namun, setelah implementasi pengabdian masyarakat, sebagian besar partisipan mencapai tingkat tertinggi literasi, yaitu Tingkat Cerita 2 di mana mereka dapat menulis ulang cerita mereka dengan memparafrasekannya ke dalam kata-kata mereka sendiri tetapi tidak menghilangkan konten dari folklore. Proyek pengabdian masyarakat ini dianggap sebagai gerakan yang sukses dan mampu meningkatkan literasi partisipan serta nilai-nilai budaya Minahasa mereka.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat dengan judul “Meningkatkan Literasi dan Nilai-Nilai Budaya Minahasa melalui Membaca Folklore kepada Anak-Anak Paniki Bawah bermanfaat dan berhasil meningkatkan tingkat literasi sebagian besar siswa dari Tingkat Kata ke Tingkat Cerita 2.Selain itu, partisipan dapat mempelajari nilai-nilai moral yang dapat diperoleh dari folklore Minahasa berjudul Burung Moopo dan Perbatasan Minahasa-Mongondow.Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan literasi dan pemahaman budaya lokal pada anak-anak di Paniki Bawah.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas metode pembelajaran folklore yang berbeda dalam meningkatkan literasi dan pemahaman budaya pada anak-anak dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari program membaca folklore terhadap prestasi akademik dan perkembangan sosial-emosional anak-anak. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perspektif anak-anak dalam proses belajar melalui folklore, serta bagaimana folklore dapat menjadi media untuk melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai budaya lokal. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam pengembangan program literasi yang efektif dan relevan dengan konteks budaya lokal.

  1. Improving Literacy and Minahasan Cultural Values through Folklore Reading to Paniki Bawah’s Children... doi.org/10.33365/jsstcs.v5i2.4660Improving Literacy and Minahasan Cultural Values through Folklore Reading to Paniki BawahAos Children doi 10 33365 jsstcs v5i2 4660
Read online
File size839.51 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test