ABULYATAMAABULYATAMA

Jurnal Dedikasi PendidikanJurnal Dedikasi Pendidikan

Penelitian ini dilakukan untuk menilai kemampuan guru PAK dalam membentuk budaya sekolah yang kondusif untuk pertumbuhan dan pelayanan serta pembangunan komunitas baik di dalam maupun di luar sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur persepsi siswa terhadap dukungan internal dan pembentukan komunitas oleh guru Pendidikan Agama Kristen di SMAK Hoineno, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan mengedepankan validitas dan reliabilitas alat ukur melalui skala penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa bahwa guru Pendidikan Agama Kristen sering memberikan dukungan dalam pengembangan potensi, membangun budaya sekolah, dan memberikan pelayanan yang baik, termasuk memberikan motivasi dan membantu siswa mencapai keberhasilan. Meskipun demikian, siswa juga menilai terdapat beberapa area yang perlu perbaikan, seperti dalam mendengarkan dengan seksama dan menjaga prinsip etika. Rata-rata persepsi siswa mengenai dukungan internal berada pada kategori sering terjadi (70,05%), sementara pembentukan komunitas di dalam dan luar sekolah adalah 68,4%. Penelitian ini menekankan pentingnya peran guru sebagai pemimpin yang melayani dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan membangun komunitas yang inklusif.

Siswa menilai guru Pendidikan Agama Kristen sering membantu mengembangkan potensi siswa dan mendorong terbentuknya budaya sekolah yang kondusif untuk pertumbuhan dan pelayanan, seperti memberikan semangat, membantu mencapai keberhasilan, menumbuhkan potensi kepemimpinan, dan menghormati siswa.Namun, guru dinilai kurang baik dalam mendengarkan secara seksama dan menjaga prinsip etika.Siswa juga menilai guru sering membangun komunitas di dalam dan luar sekolah dengan menghargai keragaman, memecahkan masalah secara kreatif, dan menghimbau siswa memegang komitmen.Meskipun demikian, ada perbedaan antara persepsi siswa dengan norma ideal dalam beberapa aspek seperti kompromi etika dan pengambilan keputusan yang mempertimbangkan dampak pada siswa.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji lebih dalam tentang strategi pelatihan guru Pendidikan Agama Kristen dalam meningkatkan kemampuan mendengarkan aktif dan mematuhi prinsip etika, karena hal ini dinilai masih perlu diperbaiki oleh siswa. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang bagaimana memperkuat kolaborasi antara sekolah dan komunitas lokal untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Terakhir, penelitian dapat fokus pada pengembangan model kepemimpinan melayani yang berbasis teknologi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan generasi muda dalam era digital saat ini.

  1. PENERAPAN MODEL KEPEMIMPINAN MENURUT ROBERT K. GREENLEAF DALAM KEPEMIMPINAN SEKOLAH-SEKOLAH KATOLIK DI... doi.org/10.34150/jpak.v22i2.400PENERAPAN MODEL KEPEMIMPINAN MENURUT ROBERT K GREENLEAF DALAM KEPEMIMPINAN SEKOLAH SEKOLAH KATOLIK DI doi 10 34150 jpak v22i2 400
  2. Persepsi Siswa Terhadap Keteladanan Guru Pendidikan Agama Kristen Pada Sekolah Menengah Atas Negeri Di... doi.org/10.46445/djce.v4i1.647Persepsi Siswa Terhadap Keteladanan Guru Pendidikan Agama Kristen Pada Sekolah Menengah Atas Negeri Di doi 10 46445 djce v4i1 647
  3. Pengaruh kompetensi guru, komitmen kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Andalan di Sleman... doi.org/10.21831/jpipfip.v9i2.12917Pengaruh kompetensi guru komitmen kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Andalan di Sleman doi 10 21831 jpipfip v9i2 12917
  4. Urgensi Kompetensi Leadership Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Kedisiplinan Peserta Didik... doi.org/10.24260/arfannur.v3i1.632Urgensi Kompetensi Leadership Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Kedisiplinan Peserta Didik doi 10 24260 arfannur v3i1 632
Read online
File size411.6 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test