STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA

Jurnal Abdi MahosadaJurnal Abdi Mahosada

Adolescents are in a critical transitional phase and are highly vulnerable to mental health problems and risky behaviors, including substance abuse, premarital sexual activity, and early marriage. These issues are closely related to inadequate family support and ineffective communication between parents and adolescents. Recent evidence highlights the effectiveness of family counseling and positive parent–adolescent communication in reducing anxiety, depression, digital addictive behaviors, and in promoting healthy reproductive behaviors among adolescents.This grant proposal aims to develop and implement a family counseling model based on positive communication to strengthen family capacity in preventing mental and reproductive health problems among adolescents. The program will be conducted as a community-based intervention comprising reproductive health education, positive communication skills training for parents and adolescents, and structured family counseling sessions delivered periodically. The expected outcomes of this program include increased family knowledge of adolescent mental and reproductive health, improved quality of parent–adolescent communication, reduced psychosocial risk factors, and enhanced protective behaviors among adolescents. This program is expected to contribute to sustainable family-based prevention efforts and support national adolescent health promotion initiatives.

Konseling keluarga berbasis komunikasi positif menawarkan pendekatan komprehensif dan efektif untuk mencegah masalah kesehatan mental dan reproduksi pada remaja.Komunikasi yang terbuka, hangat, dan responsif dalam keluarga merupakan faktor perlindungan utama yang membantu remaja mengembangkan self-esteem, regulasi emosi, keterampilan problem-solving, dan pengambilan keputusan yang sehat.Melalui strategi-strategi seperti mendengarkan aktif, modeling perilaku positif, penguatan rasa percaya diri, penumbuhan kasih sayang, penetapan pengawasan yang konsisten, dan komunikasi terbuka tentang kesehatan reproduksi, konseling keluarga dapat memperkuat fungsi keluarga dan melindungi kesehatan remaja.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji efektivitas model konseling keluarga berbasis komunikasi positif ini pada berbagai kelompok remaja dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan program konseling keluarga, misalnya melalui pengembangan aplikasi atau platform online yang menyediakan edukasi dan dukungan bagi remaja dan orang tua. Terakhir, penelitian di masa depan dapat fokus pada identifikasi faktor-faktor spesifik yang memediasi hubungan antara komunikasi keluarga yang positif dan kesehatan mental serta reproduksi remaja, sehingga intervensi yang lebih tepat sasaran dapat dirancang dan diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan remaja secara holistik.

Read online
File size229.09 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test