STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA

Jurnal Abdi MahosadaJurnal Abdi Mahosada

Peningkatan proporsi lansia di Indonesia diikuti tingginya prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, sehingga diperlukan deteksi dini dan edukasi berkelanjutan. Lansia sudah termasuk kelompok berisiko karena pola hidup sedentari, stres kerja sebelumnya, dan perubahan sosial ekonomi pascapensiun. Tujuan kegiatan menggambarkan pelaksanaan dan hasil pemeriksaan kesehatan serta edukasi kesehatan pada nasabah lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan desain deskriptif melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kadar kolesterol, serta penyuluhan pola hidup sehat kepada nasabah lansia yang hadir dalam kegiatan bank. Mayoritas peserta memiliki hasil pemeriksaan dalam rentang normal, namun masih dijumpai lansia dengan tekanan darah dan gula darah di atas nilai rujukan, yang kemudian dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan. Edukasi kesehatan meningkatkan pemahaman lansia mengenai pentingnya pemeriksaan rutin dan penerapan pola hidup sehat. Pemeriksaan kesehatan berkala dan edukasi terstruktur di lingkungan Bank BPD Bali berpotensi meningkatkan kesadaran dan kualitas hidup lansia pensiunan, serta dapat direplikasi pada kelompok pensiunan sektor formal lainnya.

Secara umum kegiatan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana.Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi bagi nasabah lansia di Bank BPD Bali berpotensi meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkala dan diperluas ke unit lain, serta diintegrasikan dengan posyandu lansia dan fasilitas kesehatan untuk menjamin tindak lanjut yang optimal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas jangka panjang dari program skrining kesehatan berkala terhadap perubahan perilaku hidup sehat dan penurunan angka kejadian penyakit tidak menular pada lansia pensiunan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi yang lebih personal dan adaptif, dengan mempertimbangkan karakteristik individu lansia seperti tingkat literasi kesehatan, kondisi sosial ekonomi, dan preferensi gaya hidup. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi seluler atau platform telemedicine, dalam memberikan edukasi kesehatan dan pemantauan kondisi kesehatan lansia secara mandiri, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan kualitas hidup lansia di Indonesia dan mendukung keberhasilan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Read online
File size232.13 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test