IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

AS-Syar'e. jurnal Syari'ah dan HukumAS-Syar'e. jurnal Syari'ah dan Hukum

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui . Penelitian ini memfokuskan pada beberapa hal yang harus dikaji yaitu: Bagaimana proses pendaftaran pernikahan? Apakah calon pengantin mendaftar sendiri atau diwakilkan? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah pihak KUA yaitu Kepala KUA dan Penghulu, calon pengantin, serta tokoh masyarakat. Kemudian data yang peneliti kumpulkan dianalisis menggunakan beberapa tahap yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian tentang . Didapati bahwa yang mendaftarkan calon pengantin sebagian besar adalah eks P3N dan perangkat desa.

Dalam pendaftaran pernikahan calon pengantin ke KUA dipengaruhi beberapa faktor.Yang pertama, karena masyarakat kita masih mengikuti pola lama saat masih diberlakukannya P3N, padahal sekarang tidak ada P3N adanya eks P3N dan dulu pernikahan bisa dilaksanakan oleh calon pengantin sendiri atau oleh P3N.Yang kedua, karena adanya paradigma atau pemahaman bahwa mendaftarkan pernikahan harus melalui eks P3N.Ketiga, malesnya atau sibuknya masyarakat atau calon pengantin sehingga tidak mau mendaftar sendiri.Keempat, karena ketika calon pengantin ingin mengurus sendiri oleh pihak desa diarahkan untuk diuruskan oleh eks P3N.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosio-kultural yang mempengaruhi keputusan calon pengantin dalam memilih untuk mendaftar pernikahan secara mandiri atau melalui perwakilan. Hal ini penting untuk memahami bagaimana norma dan nilai-nilai masyarakat memengaruhi perilaku mereka dalam proses administratif pernikahan. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan calon pengantin terhadap pelayanan pendaftaran pernikahan di KUA, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepuasan tersebut. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang administrasi pernikahan. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan praktik pendaftaran pernikahan di berbagai daerah di Indonesia, dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik sosial, ekonomi, dan budaya. Hal ini dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang tantangan dan peluang dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pendaftaran pernikahan di seluruh Indonesia.

Read online
File size226.84 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test