PETIERPETIER

Psychology, Evaluation, and Technology in Educational ResearchPsychology, Evaluation, and Technology in Educational Research

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan guru dan siswa dalam pembelajaran diferensiasi dalam pendidikan inklusif di SMPN 1 Yogyakarta. Penelitian ini berfokus pada: (1) bagaimana pembelajaran diferensiasi dikembangkan dalam pendidikan inklusif bagi siswa dengan disabilitas, dan (2) peran guru dalam mengimplementasikan pembelajaran diferensiasi bagi siswa dengan disabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Validitas data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber data, sedangkan analisis dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa fasilitasi pembelajaran diferensiasi telah diterapkan melalui modifikasi kurikulum, proses, produk/penilaian, dan lingkungan belajar. Guru menyesuaikan materi, menerapkan model pull-out, mengimplementasikan pembelajaran kelompok heterogen, dan melaksanakan asesmen individual berdasarkan kemampuan siswa. Peran guru dalam mengimplementasikan diferensiasi meliputi memegang prinsip etik hak pendidikan yang sama, memberikan kesempatan pengembangan bagi siswa dengan disabilitas, menumbuhkan empati di antara siswa biasa, dan meningkatkan keyakinan diri siswa dengan disabilitas. Kesimpulnya, pembelajaran diferensiasi merupakan strategi yang efektif dalam pendidikan inklusif, meski implementasinya masih terbatas pada aspek produk dan bergantung besar pada Guru Pendukung Kecukupan.

SMP Negeri 1 Yogyakarta telah mengimplementasikan fasilitasi pembelajaran inklusif melalui strategi modifikasi pembelajaran diferensiasi dalam empat aspek utama.diferensiasi materi/kurikulum, proses, produk/penilaian, dan lingkungan belajar.Implementasi ini didorong oleh dorongan etis untuk mempertahankan hak pendidikan yang sama, menyediakan kesempatan pengembangan, menumbuhkan empati pada siswa biasa, dan meningkatkan keyakinan diri siswa dengan disabilitas.Namun, dalam praktiknya, pembelajaran diferensiasi masih memiliki kelemahan seperti rasa kekecualian dari siswa biasa, kurangnya optimalitas pembelajaran yang bermakna, dan penyelesaian tugas inklusif yang bergantung pada Guru Pendukung Kecukupan.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji model kolaborasi sistematis antara guru reguler dan Guru Pendukung Kecukupan untuk membangun kapasitas guru dalam mengadaptasi kurikulum secara mandiri tanpa bergantung penuh pada pendukung khusus. Selain itu, perlu dikembangkan kerangka integrasi teknologi berbasis Universal Design for Learning (UDL) dan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang dapat diterapkan oleh guru reguler untuk merancang pembelajaran inklusif yang responsif terhadap berbagai jenis disabilitas. Terakhir, diperlukan penelitian mengenai strategi pengurangan stigma sosial yang melibatkan peer tutoring dan metode pembelajaran berkelompok heterogen sebagai upaya membangun empati siswa biasa terhadap disabilitas serta meningkatkan partisipasi aktif siswa dengan disabilitas dalam aktivitas akademik dan non-akademik.

  1. Differentiated learning in inclusive educational activities in junior high school | Psychology, Evaluation,... doi.org/10.33292/petier.v8i1.293Differentiated learning in inclusive educational activities in junior high school Psychology Evaluation doi 10 33292 petier v8i1 293
  2. Effects of a Universal Design for Learning (UDL) Training Course on the Development Teachers’ Competences:... mdpi.com/2227-7102/13/5/466Effects of a Universal Design for Learning UDL Training Course on the Development TeachersAo Competences mdpi 2227 7102 13 5 466
Read online
File size654.68 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test