PETIERPETIER
Psychology, Evaluation, and Technology in Educational ResearchPsychology, Evaluation, and Technology in Educational ResearchPembelajaran terdiferensiasi telah menjadi pendekatan kritis dalam pendidikan konselor karena memungkinkan proses instruksional disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelajar. Namun, sebagian besar Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) yang ada belum sepenuhnya mendukung prinsip pedagogis ini. Dengan kemajuan pesat kecerdasan buatan, khususnya model Generative Pre-trained Transformer (GPT), muncul peluang baru untuk mengembangkan platform LMS yang lebih adaptif dan personalisasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan desain awal LMS pembelajaran terdiferensiasi dalam pendidikan konselor serta mengeksplorasi potensi integrasi GPT sebagai teknologi pendukung. Menggunakan pendekatan kualitatif eksploratori, data dikumpulkan dari 34 calon guru dalam Program Pendidikan Profesional Guru Bimbingan dan Konseling melalui kombinasi kuesioner terbuka dan tertutup serta wawancara semi‑terstruktur. Analisis mengungkap delapan bidang kebutuhan utama siswa dalam LMS, antara lain variasi media, kontekstualisasi, interaktivitas, aksesibilitas, dan umpan balik otomatis. Fitur GPT terbukti sejalan dengan kebutuhan tersebut, khususnya kemampuan menghasilkan simulasi berbasis kasus, rekomendasi konten yang dipersonalisasi, serta umpan balik adaptif. Temuan ini menyediakan landasan konseptual untuk pengembangan platform LMS yang lebih kontekstual, berpusat pada manusia, dan mampu mendukung pembelajaran terdiferensiasi dalam pendidikan konselor.
Penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan desain LMS yang mendukung pembelajaran terdiferensiasi dalam pendidikan konselor dan mengevaluasi peran Generative Pre-trained Transformer (GPT) sebagai teknologi pendukung.Hasilnya menunjukkan bahwa GPT dapat mengatasi kesenjangan antara fungsi LMS saat ini dan tuntutan pedagogis dengan menyediakan umpan balik otomatis, rekomendasi konten yang dipersonalisasi, serta simulasi skenario nyata, sehingga meningkatkan personalisasi, keterlibatan, dan kompetensi profesional mahasiswa konselor.Namun, integrasi GPT harus diarahkan oleh tujuan pedagogis, berperan sebagai mitra pembelajaran bukan pengganti pendidik, dan menjadi dasar konseptual untuk pengembangan sistem belajar adaptif, inklusif, serta berpusat pada manusia dalam pendidikan konselor.
Penelitian lanjutan dapat mengembangkan prototipe LMS yang terintegrasi dengan GPT dan menguji efektivitasnya terhadap pencapaian pembelajaran serta kepuasan pengguna di kalangan mahasiswa konselor, sehingga memberikan bukti empiris mengenai kontribusi AI terhadap hasil pendidikan. Selain itu, studi komparatif antar institusi dan disiplin ilmu dapat dilakukan untuk mengevaluasi generalisasi temuan serta menyesuaikan fitur GPT dengan kebutuhan spesifik konteks belajar yang beragam. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki implikasi etika dan afektif dari umpan balik berbasis AI, termasuk tingkat kepercayaan, empati, dan dampaknya terhadap perkembangan profesional mahasiswa konselor, guna memastikan bahwa teknologi AI berperan sebagai pendukung yang bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.
- Integrating generative pre-trained transformer into a differentiated learning management system for counselor... petier.org/index.php/PETIER/article/view/286Integrating generative pre trained transformer into a differentiated learning management system for counselor petier index php PETIER article view 286
- Assessment on Learning Management Systems for Open and Distance Learning of Engineering Courses | Asean... doi.org/10.11113/ajee2021.5n1.61Assessment on Learning Management Systems for Open and Distance Learning of Engineering Courses Asean doi 10 11113 ajee2021 5n1 61
| File size | 423.2 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
BSIBSI Penelitian ini berhasil mengembangkan sistem informasi penyewaan kamar kos berbasis web menggunakan metode Prototype dengan pendekatan iteratif yang melibatkanPenelitian ini berhasil mengembangkan sistem informasi penyewaan kamar kos berbasis web menggunakan metode Prototype dengan pendekatan iteratif yang melibatkan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Hasil menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan kualitas hidup di semua domain (p > 0,05), serta tidak adanya hubungan signifikanHasil menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan kualitas hidup di semua domain (p > 0,05), serta tidak adanya hubungan signifikan
UWKSUWKS Sistem juga mengelola data stok makanan dengan mencatat perubahan akibat aktivitas penyimpanan dan pengambilan. Evaluasi sistem dilakukan pada sejumlahSistem juga mengelola data stok makanan dengan mencatat perubahan akibat aktivitas penyimpanan dan pengambilan. Evaluasi sistem dilakukan pada sejumlah
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Sampel yang lebih homogen dan periode latihan mandiri yang diperpanjang dapat dieksplorasi dalam studi masa depan untuk menilai generalisasi peningkatanSampel yang lebih homogen dan periode latihan mandiri yang diperpanjang dapat dieksplorasi dalam studi masa depan untuk menilai generalisasi peningkatan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Hasil menunjukkan bahwa budaya organisasi dan praktik HRM secara signifikan memengaruhi keterlibatan karyawan dan kinerja bisnis. Selain itu, keterlibatanHasil menunjukkan bahwa budaya organisasi dan praktik HRM secara signifikan memengaruhi keterlibatan karyawan dan kinerja bisnis. Selain itu, keterlibatan
UWKSUWKS Pengembangan sistem manajemen mutu (QMS) diterapkan melalui pendekatan komprehensif yang mencakup pelatihan sumber daya manusia, penerapan teknologi danPengembangan sistem manajemen mutu (QMS) diterapkan melalui pendekatan komprehensif yang mencakup pelatihan sumber daya manusia, penerapan teknologi dan
IAIDAIAIDA Manajemen pendidikan Islam berdasarkan Al‑Quran dan Hadist bertujuan mengatur dan memanfaatkan semua sumber daya untuk mencapai tujuan islami. ProsesManajemen pendidikan Islam berdasarkan Al‑Quran dan Hadist bertujuan mengatur dan memanfaatkan semua sumber daya untuk mencapai tujuan islami. Proses
PETIERPETIER Penelitian deskriptif eksploratori dengan pendekatan kuantitatif menggunakan tes numerasi yang terdiri dari 25 soal berupa mencocokkan, pilihan ganda,Penelitian deskriptif eksploratori dengan pendekatan kuantitatif menggunakan tes numerasi yang terdiri dari 25 soal berupa mencocokkan, pilihan ganda,
Useful /
PETIERPETIER Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Validitas dataPenelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Validitas data
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan literasi digital. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa metode uji statistikInstrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan literasi digital. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa metode uji statistik
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan metode kuantitatif. Sebanyak 117 responden, termasuk pejabat pemerintah desa dan anggota Badan ConsultatifPenelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan metode kuantitatif. Sebanyak 117 responden, termasuk pejabat pemerintah desa dan anggota Badan Consultatif
PETIERPETIER Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda. Jumlah sampel adalah 120 mahasiswa yang diambil dari tiga perguruan tinggi swasta. Teknik pengambilanPengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda. Jumlah sampel adalah 120 mahasiswa yang diambil dari tiga perguruan tinggi swasta. Teknik pengambilan