ABULYATAMAABULYATAMA

Jurnal Dedikasi PendidikanJurnal Dedikasi Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor utama yang menyebabkan kecemasan siswa SMA saat berbicara bahasa Inggris serta mengidentifikasi strategi yang dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada siswa SMA 1 Kuta Baro, melibatkan enam responden yang dipilih secara purposif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara semi‑terstruktur dan dianalisis menggunakan kerangka Miles dan Huberman (1994). Temuan menunjukkan bahwa penyebab utama kecemasan meliputi ketakutan berbicara di depan umum, kurangnya cara mengelola kecemasan diri, serta khawatir dimata‑mata teman; serta kesulitan mengingat kosakata dan takut salah pengucapan yang diperparah oleh kebiasaan belajar yang buruk dan aksen Aceh yang kuat. Strategi yang diusulkan antara lain memperluas kosakata, membangun kepercayaan diri, persiapan sebelum berbicara, teknik relaksasi, dan peningkatan pengetahuan, yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa SMA 1 Kuta Baro mengalami kecemasan berbicara bahasa Inggris yang signifikan disebabkan oleh kesulitan pengucapan, rasa takut membuat kesalahan, serta ketergantungan pada bahasa Aceh, yang diperparah oleh kebiasaan belajar yang buruk dan kurangnya kesempatan berlatih.Strategi yang diidentifikasi untuk mengurangi kecemasan meliputi peningkatan kepercayaan diri melalui latihan rutin, penggunaan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, serta persiapan matang sebelum berbicara.Penelitian selanjutnya disarankan mencakup observasi kelas dan wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman lebih komprehensif serta dukungan yang lebih efektif bagi siswa.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas intervensi program latihan berbicara berbasis teknologi, seperti aplikasi seluler yang menyediakan latihan simulasi percakapan, terhadap peningkatan kepercayaan diri dan penurunan tingkat kecemasan siswa SMA dalam berbicara bahasa Inggris. Selain itu, diperlukan analisis komparatif mengenai pengaruh bahasa ibu (L1) terhadap kecemasan berbicara, dengan membandingkan siswa yang menggunakan bahasa Aceh sebagai L1 dengan siswa yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai L1, untuk memahami peran faktor linguistik dalam pengalaman kecemasan. Selanjutnya, studi longitudinal yang memantau dampak integrasi strategi pembelajaran kolaboratif, khususnya peer tutoring, dalam kelas bahasa Inggris selama satu tahun akademik dapat memberikan wawasan tentang perubahan tingkat kecemasan dan kemampuan berbicara secara berkelanjutan. Penelitian tersebut juga dapat menyertakan observasi kelas yang sistematis dan wawancara mendalam untuk memperoleh data kualitatif yang lebih kaya, sekaligus memperbaiki teknik pengumpulan data yang telah disarankan sebelumnya. Dengan mengkombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, studi lanjutan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi praktis yang lebih teruji untuk mengurangi kecemasan berbicara bahasa Inggris pada siswa.

Read online
File size323.85 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test