POLNAMPOLNAM
Journal AgregateJournal AgregatePembangunan Gedung Ruang Kelas Baru MTSN 6 Malteng diambil untuk menjadi objek pada penelitian ini karena berdasarkan masalah yang terjadi pada proyek yaitu keterlambatan. Berdasarkan data sekunder yang didapat dari proyek yaitu Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Time Schedule dipakai sebagai durasi dan biaya normal proyek. Kemudian keunggulan diterapkan metode time cost trade off yang bertujuan untuk dapat mereduksi durasi dan mengetahui total biaya yang dibutuhkan agar proyek dapat mencapai target waktu rencana agar tidak mengalami keterlambatan. Setelah dilakukan percepatan dengan penambahan 3 jam dapat menghemat waktu sebesar 8,33% dimana biaya proyek tereduksi sekitar 0.21%. Sedangkan dengan penambahan 2 jam dapat menghemat waktu sebesar 6,67% dimana biaya proyek ikut tereduksi sekitar 0,17%. Sedangkan durasi optimal dan biaya optimal diketahui pada alternative penambahan 3 jam lembur didapat 110 hari kerja dengan biaya sebesar Rp. 2,992,374,365.55. Sedangkan pada penambahan 2 jam lembur didapat 112 hari kerja dengan biaya sebesar Rp. 2,993,479,584.03.
Berdasarkan hasil analisa menggunakan metode time cost trade off, diperoleh kesimpulan bahwa penambahan 3 jam kerja lembur dapat menghemat waktu sebesar 8,33% yaitu 110 hari dan biaya proyek tereduksi sebesar 0,21%, sedangkan penambahan 2 jam kerja lembur menghemat waktu sebesar 6,67% yaitu 112 hari dengan biaya tereduksi sebesar 0,17%.Durasi dan biaya optimal diperoleh pada penambahan 3 jam kerja, yaitu durasi 110 hari dan total biaya sebesar Rp.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi penggunaan metode optimasi lain, seperti penambahan jumlah pekerja atau penggunaan alat yang lebih modern, untuk membandingkan efektivitasnya dengan metode Time Cost Trade Off. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada analisis risiko yang lebih mendalam untuk mengidentifikasi potensi hambatan yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek dan mengembangkan strategi mitigasi yang efektif. Terakhir, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam perencanaan proyek, dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial dari setiap keputusan yang diambil, sehingga menghasilkan proyek yang tidak hanya efisien dari segi waktu dan biaya, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Penelitian ini penting untuk meningkatkan efisiensi dan keberhasilan proyek konstruksi di masa depan, serta memberikan kontribusi pada pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
| File size | 466.99 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
POLNAMPOLNAM Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi SMK3 dan penerapan serta pelaksanaan program SMK3. Metode yang digunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi SMK3 dan penerapan serta pelaksanaan program SMK3. Metode yang digunakan
POLNAMPOLNAM Analisis tingkat kerusakan menunjukkan bahwa kerusakan keseluruhan gedung mencapai 91%, sehingga dikategorikan sebagai rusak berat. Kerusakan mayoritasAnalisis tingkat kerusakan menunjukkan bahwa kerusakan keseluruhan gedung mencapai 91%, sehingga dikategorikan sebagai rusak berat. Kerusakan mayoritas
POLNAMPOLNAM Karakteristik tenaga kerja (keanekaragaman keterampilan, identitas tugas, dan signifikasi tugas) berpengaruh secara simultan terhadap produktivitas sebesarKarakteristik tenaga kerja (keanekaragaman keterampilan, identitas tugas, dan signifikasi tugas) berpengaruh secara simultan terhadap produktivitas sebesar
POLNAMPOLNAM Pasca gempa 26 september 2019 dengan magnitude 6. 8 tersebut menimbulkan guncangan pada beberapa daerah dimaluku, pusat gempa terletak dipulau seram, menimbulkanPasca gempa 26 september 2019 dengan magnitude 6. 8 tersebut menimbulkan guncangan pada beberapa daerah dimaluku, pusat gempa terletak dipulau seram, menimbulkan
POLNAMPOLNAM Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu kuat tekan beton dengan bahan tambah putih telur 0% sebesar 223,7 kg/cm2, 2% sebesar 181,8 kg/cm2, dan 2,3%Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu kuat tekan beton dengan bahan tambah putih telur 0% sebesar 223,7 kg/cm2, 2% sebesar 181,8 kg/cm2, dan 2,3%
POLNAMPOLNAM Air hujan dipanen melalui suatu sistem sederhana yang biasa disebut Rain Water Harvesting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air hujan yangAir hujan dipanen melalui suatu sistem sederhana yang biasa disebut Rain Water Harvesting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air hujan yang
POLNAMPOLNAM Tujuan perencanaan ini adalah untuk mendapatkan distribusi tekanan lateral yang bekerja dan stabilitas dinding penahan badan jalan yang aman terhadap gayaTujuan perencanaan ini adalah untuk mendapatkan distribusi tekanan lateral yang bekerja dan stabilitas dinding penahan badan jalan yang aman terhadap gaya
POLNAMPOLNAM Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu kuat tekan beton persentase penggunaan serbuk kaca 0% sebesar 264,29 kg/cm2, 2,5% sebesar 252,26 kg/cm2,Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu kuat tekan beton persentase penggunaan serbuk kaca 0% sebesar 264,29 kg/cm2, 2,5% sebesar 252,26 kg/cm2,
Useful /
POLNAMPOLNAM Dari hasil perhitungan debit kebutuhan: 113.94 m3/hari dan jumlah penduduk untuk 5 tahun ke depan adalah: 1002 jiwa dengan kebutuhan air sebesar: 135.27Dari hasil perhitungan debit kebutuhan: 113.94 m3/hari dan jumlah penduduk untuk 5 tahun ke depan adalah: 1002 jiwa dengan kebutuhan air sebesar: 135.27
POLNAMPOLNAM Evaluasi kinerja struktur menunjukkan bahwa untuk kedua arah (XZ dan YZ), meskipun perpindahan maksimum (δmax) melampaui target perpindahan (δt), tidakEvaluasi kinerja struktur menunjukkan bahwa untuk kedua arah (XZ dan YZ), meskipun perpindahan maksimum (δmax) melampaui target perpindahan (δt), tidak
POLNAMPOLNAM Galian terowongan menggunakan dua metode galian yaitu metode blasting dan mekanik. Metode blasting memiliki tahapan yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaanGalian terowongan menggunakan dua metode galian yaitu metode blasting dan mekanik. Metode blasting memiliki tahapan yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan
POLNAMPOLNAM Penelitian ini menggunakan abu batu dengan penambahan 4%, 8% dan 12%. Pengujian ini dilakukan dengan alat uji marshall test dengan mengacu pada SpesifikasiPenelitian ini menggunakan abu batu dengan penambahan 4%, 8% dan 12%. Pengujian ini dilakukan dengan alat uji marshall test dengan mengacu pada Spesifikasi