POLNAMPOLNAM
Journal AgregateJournal AgregateProyek Rehab Rumdis 2 Lantai Hubdam XVI/Pattimura-Ambon merupakan salah satu proyek konstruksi yang memiliki risiko kecelakan kerja yang cukup tinggi karena para pekerja yang kurang mematuhi peraturan untuk memakai APD juga karena berada dekat dengan perumahan dinas lainnya serta dekat dengan akses jalan yang biasa digunakan oleh masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi SMK3 dan penerapan serta pelaksanaan program SMK3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei melalui lemabaran kuisioner yang dibagikan kepada 35 responden lalu diolah menggunakan software SPSS dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat empat variabel yang mempengaruhi Sistem Penerapan SMK3 yaitu variabel pengetahuan, variabel lingkungan kerja, variabel komitmen K3, variabel kepatuhan terdapat undang-undang dikarenakan nilai signifikansi keempat variabel tersebut < 0,05 dan juga hasil analisis rhitung > rtabel dan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (SMK3) pada proyek Rehab Rumdis Hubdam XVI/Pattimura-Ambon, sudah diterapkan dengan sangat baik.
Faktor-faktor yang memengaruhi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada proyek Rehab Rumdis Hubdam XVI/Pattimura-Ambon meliputi variabel pengetahuan, lingkungan kerja, komitmen K3, dan kepatuhan terhadap undang-undang, di mana keempatnya sangat berpengaruh secara signifikan.Pengaruh ini terbukti dari nilai signifikansi variabel yang < 0,05 dan hasil analisis rhitung > rtabel.Secara keseluruhan, penerapan SMK3 pada proyek ini dinilai sangat baik, didukung oleh pengetahuan pekerja yang memadai, fasilitas K3 yang memadai, serta lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
Meskipun penelitian ini menemukan bahwa penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di proyek Hubdam XVI/Pattimura-Ambon sudah sangat baik, menarik untuk mendalami lebih jauh apakah tingkat kepatuhan terhadap APD dan peraturan K3 benar-benar konsisten di semua lapisan pekerja, terutama mengingat risiko kecelakaan kerja yang disebutkan di awal. Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki *bagaimana* budaya keselamatan terbentuk di antara pekerja konstruksi dan faktor-faktor non-teknis apa yang paling efektif dalam mendorong kepatuhan jangka panjang terhadap prosedur K3, misalnya melalui studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau observasi partisipatif. Selain itu, mengingat studi ini bersifat kuantitatif dengan sampel 35 responden, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian komparatif yang membandingkan efektivitas program SMK3 pada berbagai jenis proyek konstruksi dengan skala yang berbeda, seperti proyek infrastruktur besar atau pembangunan perumahan massal, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat digeneralisasi. Pertanyaan penelitian bisa meliputi: Bagaimana perbedaan ukuran dan kompleksitas proyek konstruksi memengaruhi strategi implementasi SMK3 dan dampaknya terhadap insiden kecelakaan? Terakhir, karena penelitian ini fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi SMK3, sebuah studi lanjutan yang mengevaluasi secara spesifik *dampak* finansial dari investasi dalam program SMK3 yang baik terhadap pengurangan biaya kecelakaan kerja dan peningkatan produktivitas proyek secara keseluruhan juga akan memberikan wawasan yang berharga bagi para pemangku kepentingan dalam industri konstruksi.
| File size | 333.11 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
POLNAMPOLNAM Hasil dari analisa menunjukkan kebutuhan air di desa batu merah RT. 004/Rw 017, berdasarkan hasil analisa yang didapat adalah 164.64 m³/hari. SedangkanHasil dari analisa menunjukkan kebutuhan air di desa batu merah RT. 004/Rw 017, berdasarkan hasil analisa yang didapat adalah 164.64 m³/hari. Sedangkan
POLNAMPOLNAM Method Line of Balance (LoB) is a project scheduling method that can provide productivity levels and duration information in graphical format and can showMethod Line of Balance (LoB) is a project scheduling method that can provide productivity levels and duration information in graphical format and can show
POLNAMPOLNAM 21%. Sedangkan dengan penambahan 2 jam dapat menghemat waktu sebesar 6,67% dimana biaya proyek ikut tereduksi sekitar 0,17%. Sedangkan durasi optimal dan21%. Sedangkan dengan penambahan 2 jam dapat menghemat waktu sebesar 6,67% dimana biaya proyek ikut tereduksi sekitar 0,17%. Sedangkan durasi optimal dan
POLNAMPOLNAM Hasil pengujian kuat tekan rata-rata batako abu untuk 3 benda uji adalah 8,7 kg/cm2. Sesuai dengan SNI 03-0349-1989 tentang syarat fisik batako nilai kuatHasil pengujian kuat tekan rata-rata batako abu untuk 3 benda uji adalah 8,7 kg/cm2. Sesuai dengan SNI 03-0349-1989 tentang syarat fisik batako nilai kuat
POLNAMPOLNAM Penelitian ini menyimpulkan bahwa batu bata dari Desa Hatu dan Desa Laha menunjukkan kualitas yang berbeda berdasarkan pengujian fisik dan mekanis. SecaraPenelitian ini menyimpulkan bahwa batu bata dari Desa Hatu dan Desa Laha menunjukkan kualitas yang berbeda berdasarkan pengujian fisik dan mekanis. Secara
POLNAMPOLNAM Sedangkan perencanaan waktu pelaksanaan proyek tersebut berdasarkan standar koefisien AHSP Permen PU 28/PRT/M/2016 dengan metode CPM dan penerapan softwareSedangkan perencanaan waktu pelaksanaan proyek tersebut berdasarkan standar koefisien AHSP Permen PU 28/PRT/M/2016 dengan metode CPM dan penerapan software
POLNAMPOLNAM Tujuan penelitian ini adalah menghitung besarnya anggaran biaya setelah dilakukan penghitungan ulang dengan analisa harga satuan dan menentukan pekerjaan-pekerjaanTujuan penelitian ini adalah menghitung besarnya anggaran biaya setelah dilakukan penghitungan ulang dengan analisa harga satuan dan menentukan pekerjaan-pekerjaan
POLNAMPOLNAM Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan bantuan program SPSS versi 26. Pada proyek pembangunan gedung Ruang Kelas Baru (RKB) MadrasahMetode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan bantuan program SPSS versi 26. Pada proyek pembangunan gedung Ruang Kelas Baru (RKB) Madrasah
Useful /
POLNAMPOLNAM Metode blasting memiliki tahapan yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan pemboran, pekerjaan pengisian blastig. Sedangkan metode mekanik memiliki banyak pekerjaanMetode blasting memiliki tahapan yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan pemboran, pekerjaan pengisian blastig. Sedangkan metode mekanik memiliki banyak pekerjaan
POLNAMPOLNAM pada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru MIN 5 Maluku Tengah yang berlokasi di Desa Tulehu, Kec. Salahutu, Kab. Maluku Tengah yang dimana memiliki angaranpada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru MIN 5 Maluku Tengah yang berlokasi di Desa Tulehu, Kec. Salahutu, Kab. Maluku Tengah yang dimana memiliki angaran
POLNAMPOLNAM Hasil perhitungan penurunan fondasi tiang pancang, baik untuk 2 maupun 3 tiang, menunjukkan nilai yang lebih kecil dari penurunan yang diizinkan (0,15Hasil perhitungan penurunan fondasi tiang pancang, baik untuk 2 maupun 3 tiang, menunjukkan nilai yang lebih kecil dari penurunan yang diizinkan (0,15
POLNAMPOLNAM 72%, nilai VFB =63.18%, nilai MQ =483.02 kg/mm. Karakteritik marshall CPHMA dengan penambahan abu batu mengakibatkan nilai stabilitas, flow, VMA dan VIM72%, nilai VFB =63.18%, nilai MQ =483.02 kg/mm. Karakteritik marshall CPHMA dengan penambahan abu batu mengakibatkan nilai stabilitas, flow, VMA dan VIM