UNSULTRAUNSULTRA

Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)

Beton merupakan bahan bangunan yang sangat populer dalam layanan konstruksi, terdiri dari campuran semen Portland (PC) atau semen hidraulik lainnya, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa penggunaan bahan tambahan yang membentuk massa padat. Penelitian ini merupakan studi laboratorium yang mengkaji material penyusun beton meliputi pengujian analisis ayakan agregat, pengujian kandungan air, pengujian kandungan lumpur, pengujian berat satuan, pengujian berat jenis spesifik agregat, pengujian keausan agregat kasar, pengujian slump, serta pengujian kuat tekan dan porositas, yang dilaksanakan sesuai metode SNI. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa nilai kuat tekan rata‑rata beton untuk dua jenis material batu pecah berbeda, dengan gradasi 1‑2 cm batu pecah Moramo menghasilkan 17,94 MPa dan batu pecah Pondidaha menghasilkan 18,41 MPa. Untuk gradasi 2‑3 cm, kuat tekan rata‑rata batu pecah Moramo adalah 16,90 MPa, sedangkan batu pecah Pondidaha menghasilkan 17,46 MPa.

Analisis dan perhitungan kuat tekan beton menunjukkan bahwa beton dengan agregat kasar berukuran butir 1–2 cm memiliki kuat tekan lebih tinggi dibandingkan yang berukuran 2–3 cm.Pengujian porositas juga mengindikasikan bahwa beton dengan ukuran butir 1–2 cm memiliki porositas lebih rendah dibandingkan beton dengan butir 2–3 cm.Dengan demikian, semakin kecil ukuran butir agregat kasar, semakin tinggi kuat tekan beton dan semakin rendah nilai porositasnya.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana variasi rasio air‑sement (water‑cement ratio) memengaruhi hubungan antara ukuran agregat maksimum dengan kuat tekan serta porositas beton, sehingga dapat memperluas pemahaman tentang optimalisasi campuran. Selain itu, ada kebutuhan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan bahan tambahan semen (seperti fly ash atau silica fume) ketika menggunakan agregat dengan ukuran berbeda, guna menilai apakah kombinasi tersebut dapat meningkatkan kekuatan dan menurunkan porositas secara signifikan. Terakhir, pengembangan model prediktif yang menghubungkan distribusi ukuran agregat, nilai porositas, dan daya tahan jangka panjang (misalnya ketahanan beku‑cair) menggunakan pendekatan statistik atau pembelajaran mesin dapat memberikan alat bantu praktis bagi perencana struktur untuk merancang beton yang lebih tahan lama dan efisien.

Read online
File size769.81 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test