UBHARAUBHARA

INTELEKTUAL (Jurnal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi)INTELEKTUAL (Jurnal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi)

Kegiatan layanan pemerintah berkaitan dengan aparatur yang wajib melaksanakan tugas dengan kode etik. Kode etik menjadi acuan tindakan dan nilai yang relevan dengan karakter pribadi. Penelitian ini menelaah penerapan etika administrasi dalam meningkatkan kualitas layanan publik oleh aparatur di Kantor Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu. Hasil menunjukkan bahwa penerapan etika administrasi meningkatkan kualitas layanan publik melalui aspek efisiensi penggunaan sumber daya dan dana, efektivitas kemampuan dan pengetahuan aparatur, serta kualitas layanan yang mencakup keramahan, komunikatif, dan ketepatan waktu, responsivitas berupa kesiapan dan kemauan aparatur, serta akuntabilitas yang selaras dengan SOP, peraturan, dan kebijakan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan etika administrasi oleh aparatur Desa Tegalrejo secara signifikan meningkatkan kualitas layanan publik, yang tercermin dalam peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya dan dana, efektivitas kompetensi aparatur, serta kepuasan warga terhadap layanan yang lebih ramah, komunikatif, dan tepat waktu.Selain itu, aspek responsivitas dan akuntabilitas yang berlandaskan pada SOP serta kebijakan pemerintah memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparatur desa.Dengan demikian, etika administrasi menjadi faktor kunci dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat memperluas ruang lingkup studi dengan membandingkan penerapan etika administrasi pada pelayanan publik di beberapa desa di Kabupaten atau provinsi lain, sehingga dapat mengidentifikasi variasi faktor kontekstual yang memengaruhi efektivitasnya. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki bagaimana penggunaan teknologi informasi dan pelatihan digital dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas aparatur desa dalam proses pelayanan, serta mengukur dampaknya terhadap persepsi warga. Penelitian ketiga dapat fokus pada persepsi masyarakat terhadap perilaku etis aparatur dan hubungannya dengan tingkat kepercayaan serta partisipasi warga dalam program pelayanan publik, menggunakan pendekatan survei kuantitatif yang representatif. Dengan pendekatan metodologi campuran, hasilnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terukur untuk memperkuat budaya etika di tingkat pemerintahan desa. Kajian-kajian tersebut juga dapat menilai keberlanjutan program etika administrasi dalam jangka panjang, termasuk faktor motivasi aparatur dan dukungan institusional. Akhirnya, analisis komparatif antara desa dengan dan tanpa program etika terstruktur dapat menyoroti kontribusi nyata terhadap kualitas layanan publik. Selain itu, studi longitudinal dapat mengamati perubahan perilaku etis aparatur selama periode beberapa tahun untuk menilai dampak kebijakan etika jangka panjang. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran kepemimpinan lokal dalam memfasilitasi adopsi nilai-nilai etika dan mengidentifikasi tantangan implementasinya.

  1. Bauran Pemasaran Dan Pencapaian Tujuan Penjualan | Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis. bauran pemasaran... doi.org/10.36917/japabis.v1i1.7Bauran Pemasaran Dan Pencapaian Tujuan Penjualan Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis bauran pemasaran doi 10 36917 japabis v1i1 7
  2. Penerapan Etika Administrasi Negara Dalam Pelayanan Kenaikan Pangkat Di Kantor Badan Kepegawaian Dan... journal.unismuh.ac.id/index.php/kolaborasi/article/view/897Penerapan Etika Administrasi Negara Dalam Pelayanan Kenaikan Pangkat Di Kantor Badan Kepegawaian Dan journal unismuh ac index php kolaborasi article view 897
Read online
File size256.83 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test