FEB UMIFEB UMI

Paradoks : Jurnal Ilmu EkonomiParadoks : Jurnal Ilmu Ekonomi

Pembangunan ekonomi di Pulau Jawa membutuhkan keterlibatan optimal tenaga kerja sebagai penggerak utama pertumbuhan, namun tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) di wilayah ini masih berada di bawah rata-rata nasional. Fenomena tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara potensi ekonomi dan tingkat keterlibatan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (PTIK), pembentukan modal tetap bruto (PMTB), dan upah minimum provinsi (UMP) terhadap TPAK di enam provinsi di Pulau Jawa selama periode 2017–2023. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel. Seluruh provinsi dijadikan sampel menggunakan teknik sensus, dengan data sekunder bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Pemilihan model terbaik dilakukan melalui uji Chow dan uji Hausman, yang menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) paling sesuai digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap TPAK. Secara parsial, PMTB dan UMP berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan PTIK berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Nilai R² sebesar 0,9698 menandakan kemampuan model dalam menjelaskan variasi TPAK yang sangat kuat. Implikasi dari temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan peningkatan investasi produktif dan penetapan upah layak untuk memperkuat partisipasi tenaga kerja, serta perlunya penguatan kompetensi digital agar tenaga kerja mampu beradaptasi dengan transformasi teknologi yang cepat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan upah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).Peningkatan investasi mendorong pertumbuhan TPAK melalui ekspansi kegiatan ekonomi produktif, sementara upah yang memadai meningkatkan produktivitas dan daya beli tenaga kerja.Meskipun menunjukkan pengaruh negatif, perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) tidak signifikan secara statistik terhadap TPAK, mengindikasikan bahwa adopsi teknologi belum sepenuhnya optimal dalam mendorong partisipasi tenaga kerja.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan data dengan memasukkan variabel makroekonomi lain seperti inflasi, nilai tukar, dan kebijakan fiskal untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi TPAK. Kedua, penting untuk melakukan studi longitudinal yang lebih panjang, melampaui periode 2017-2023, guna mengidentifikasi tren jangka panjang dan dampak kumulatif dari perubahan teknologi dan kebijakan ekonomi terhadap partisipasi angkatan kerja. Ketiga, penelitian kualitatif, seperti wawancara mendalam dengan pekerja dan pengusaha, dapat dilakukan untuk memahami secara lebih rinci bagaimana perubahan teknologi memengaruhi keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja dan bagaimana kebijakan upah memengaruhi keputusan individu untuk berpartisipasi dalam angkatan kerja. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam dan relevan bagi perumusan kebijakan yang efektif dalam meningkatkan partisipasi angkatan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Pulau Jawa.

Read online
File size373.95 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test