BDKJAKARTABDKJAKARTA

Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan JakartaWawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Tantangan degradasi moral di kalangan mahasiswa menghadirkan pertanyaan besar bagi eksistensi spiritualitas yang dihadirkan oleh Pendidikan Agama. Terlebih lagi, Pendidikan Agama Hindu selama ini menjadi mata kuliah wajib yang hanya diberikan selama satu semester lewat jalur formal. Berdasar atas problematika tersebut, Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Denpasar berusaha menghadirkan proses kaderisasi untuk memberikan pendalaman ajaran agama melalui jalur nonformal. Meskipun sudah terlaksana, belum pernah ada meneliti secara konkret tentang keberhasilan usaha pendalaman tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dihadirkan dengan tujuan utama menjawab tiga buah rumusan masalah yang berkaitan dengan urgensi, esensi, dan wujud implementasi pendalaman Pendidikan Agama Hindu lewat jalur nonformal di PC KMHDI Denpasar. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik deskriptif. Sumber data primer diperoleh melalui proses observasi dan wawancara, serta data sekunder melalui studi kepustakaan dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis memakai basis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini memperoleh temuan bahwa, pendalaman Pendidikan Agama Hindu lewat jalur nonformal di PC KMHDI Denpasar dilaksanakan dengan sistem kaderisasi berjenjang dan terstruktur. Sebagai konklusi, program ini mampu memberikan esensi dan implikasi wujud pendalaman Pendidikan Agama Hindu lewat jalur nonformal yang mampu mengembangkan rasa religius, humanis, dan solidaritas antar sesama. Hasil dan pembahasan ini turut berkontribusi sebagai role model wadah pendidikan nonformal yang inklusif, serta mampu membentuk generasi muda moderat dalam menjalankan kewajiban terhadap negara (Dharma Negara) dan kewajiban terhadap agama (Dharma Agama).

Dari penjabaran tersebut dapat diketahui bahwa, eksistensi Pendidikan Agama Hindu bukan hanya sekedar sebagai mata pelajaran dan mata kuliah wajib.Dari sisi esensi, Pendidikan Agama Hindu adalah jalan pembentuk karakter peserta didik.Untuk menumbuhkan karakter baik dalam diri peserta didik, maka ajaran dalam Pendidikan Agama khususnya dalam hal Pendidikan Agama Hindu memiliki tujuan dan peran yang sangat penting.Namun jika dilihat dari alokasi waktu Pendidikan Agama Hindu hanya berfokus di jalur formal dan penerimaannya pun masih belum masif untuk didalami serta diimplementasikan.Oleh karena itu, hasil penelitian ini sangat menekankan urgensinya wadah untuk mendalami Pendidikan Agama Hindu lewat jalur nonformal agar bisa dipedomani dan langsung diimplementasikan dalam lingkungan masyarakat.Salah satu organisasi kemahasiswaan yang menyediakan wadah pendidikan melalui jalur nonformal adalah Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Denpasar.Dengan adanya sistem kaderisasi yang terstruktur berkelanjutan, pendalaman Pendidikan Agama Hindu melalui jalur nonformal di PC KMHDI Denpasar menjadi solusi efektif bagi mahasiswa untuk mengembangkan dirinya terutama dari sisi spiritualitas dan religiusitas.Hal ini menjadi ruang bagi mahasiswa Hindu di PC KMHDI Denpasar untuk terus memperdalam ajaran agama dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sosial, akademik, dan spiritual.Hal ini membuktikan bahwa pendidikan nonformal di KMHDI bukan hanya sekadar pelengkap.Melainkan juga menjadi sarana strategis dalam mencetak kader Hindu yang berkarakter, berwawasan luas, dan siap berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran dan kontribusi pendidikan nonformal dalam membentuk karakter dan nilai-nilai keagamaan pada generasi muda. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana pendidikan nonformal dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan spiritualitas dan religiusitas mereka, serta bagaimana pendidikan nonformal dapat menjadi alternatif bagi pendidikan formal dalam menanamkan nilai-nilai agama. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih mendalam tentang sistem kaderisasi yang diterapkan oleh PC KMHDI Denpasar dalam pendalaman Pendidikan Agama Hindu. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana sistem kaderisasi tersebut dapat menjadi solusi efektif dalam mengembangkan spiritualitas dan religiusitas mahasiswa, serta bagaimana sistem kaderisasi dapat menjadi model yang dapat diterapkan oleh organisasi kemahasiswaan lainnya. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang implementasi Tri Kerangka Dasar Agama Hindu dalam pendidikan nonformal. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana aspek-aspek Tattwa, Susila, dan Upacara dapat diimplementasikan dalam pendidikan nonformal, serta bagaimana pendidikan nonformal dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Pengembangan Media Poster Berbasis Pictorial Riddle Model 4D Sebagai Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan... doi.org/10.37329/cetta.v6i1.2027Pengembangan Media Poster Berbasis Pictorial Riddle Model 4D Sebagai Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan doi 10 37329 cetta v6i1 2027
Read online
File size1.13 MB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test