ITENASITENAS

Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah LingkunganRekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan

Air sungai payau memiliki potensi sebagai sumber air bersih, namun kadar salinitas yang tinggi menjadi tantangan utama. Penelitian ini mengkaji efisiensi penurunan parameter dan waktu tinggal optimal dari kombinasi proses elektrokoagulasi dan adsorpsi untuk mengolah air payau di Sungai Itik. Reaktor elektrokoagulasi berkapasitas 135 L dengan 5 anoda dan 5 katoda aluminium digunakan dengan arus 2 A dan tegangan 5 V. Air kemudian diolah dengan adsorpsi menggunakan zeolit dan karbon aktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa air sungai payau memiliki salinitas 3,178 ppm, TDS 2,924 mg/L, pH 7.74, dan kekeruhan 21.64 NTU. Setelah pengolahan kombinasi, parameter menjadi salinitas 2,824 ppm, TDS 2,649 mg/L, pH 7.95, dan kekeruhan 3,04 NTU. Namun, efisiensi penurunan salinitas hanya 11,14% dan TDS 9,40%, sehingga air olahan belum memenuhi standar mutu air bersih untuk higiene dan sanitasi.

Pengolahan kombinasi elektrokoagulasi dan adsorpsi dapat menyisihkan kekeruhan hingga 86,75%, TDS hingga 9,40%, salinitas hingga 11,14%, serta menetralkan pH air sungai payau.Meskipun demikian, hasil pengolahan belum sepenuhnya memenuhi standar mutu air bersih untuk higiene dan sanitasi.Penelitian ini merekomendasikan variasi tegangan listrik dan waktu tinggal, kajian parameter ion spesifik, serta variasi jenis dan ketebalan adsorben untuk penelitian lebih lanjut.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai variasi tegangan listrik pada elektroda, sejalan dengan variasi waktu tinggal, untuk memahami respons air sungai payau terhadap proses pengolahan secara lebih mendalam. Kedua, penting untuk mengkaji parameter seperti ion natrium (Na ), ion klorida (Cl-), ion magnesium (Mg2 ), dan logam alkali lainnya, agar komposisi air dapat dipahami secara lebih rinci dan memungkinkan pemilihan elektroda yang tepat dalam proses elektrokoagulasi. Ketiga, variasi jenis dan ketebalan adsorben, serta waktu tinggal adsorpsi, perlu dirancang secara lebih variatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai efektivitas adsorpsi dalam meningkatkan kualitas air sungai payau. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi pengolahan air yang lebih efektif dan efisien, khususnya untuk mengatasi permasalahan kualitas air di daerah-daerah dengan karakteristik serupa.

Read online
File size6.64 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test