SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Ilmu kimia memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri seperti pangan, tekstil, farmasi, dan siswa pengolahan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap aplikasi ilmu kimia dalam dunia industri masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan siswa SMK untuk meningkatkan pemahaman mengenai penerapan industri melalui seminar edukatif. Metode kegiatan meliputi observasi awal, penyusunan materi, pelaksanaan seminar interaktif, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Seminar dilaksanakan di SMK Negeri 1 Air Putih dengan jumlah peserta sebanyak 60 siswa kelas XI. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman siswa dari 52,3 (pretest) menjadi 81,6 (posttest). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan wawasan dan motivasi siswa terhadap pentingnya kerja. Kesimpulannya, seminar edukatif berbasis kontekstual merupakan pendekatan yang tepat dalam mendekatkan ilmu kimia dengan kebutuhan industri.

Kegiatan seminar Peran Ilmu Kimia dalam Industri memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa SMK terhadap penerapan ilmu kimia dalam dunia industri.Peningkatan skor posttest menunjukkan bahwa metode ceramah interaktif dan penyampaian materi yang kontekstual efektif dalam membangun wawasan dan motivasi siswa terhadap pentingnya ilmu kimia dalam kehidupan nyata.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji sejauh mana pengetahuan kimia yang diperoleh siswa setelah mengikuti seminar tetap terjaga dalam jangka waktu enam bulan sampai satu tahun, dengan menggunakan metode pengukuran berulang berupa pre‑test, post‑test, dan tes retensi untuk menilai keberlanjutan pemahaman. Selain itu, studi komparatif antara pendekatan seminar edukatif tradisional yang bersifat tatap muka dengan modul pembelajaran daring yang memanfaatkan video interaktif dan kuis online dapat dilakukan untuk menentukan strategi pembelajaran paling efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa SMK pada mata pelajaran kimia. Selanjutnya, penelitian dapat memperluas model intervensi ini ke sekolah‑sekolah vokasi lain, termasuk di daerah pedesaan, dengan menyesuaikan konten industri lokal sehingga dapat menilai adaptabilitas dan dampak program terhadap berbagai konteks geografis serta kebijakan pendidikan teknik. Penelitian tersebut juga dapat meneliti peran guru sebagai fasilitator dalam mengintegrasikan materi kimia industri ke dalam kurikulum reguler, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang faktor‑faktor pendukung keberhasilan program pengabdian masyarakat di lingkungan pendidikan menengah kejuruan.

Read online
File size275.46 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test