MIKROSKILMIKROSKIL

Jurnal Wira Ekonomi MikroskilJurnal Wira Ekonomi Mikroskil

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh financial stability, good corporate governance, dan internal control terhadap fraudulent financial fraud. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan tahunan perusahaan yang diperoleh dari website masing-masing perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang masih beroperasi di Indonesia. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling, menghasilkan sampel sebanyak 20 perusahaan BUMN dengan menggunakan laporan tahunan dan memiliki data yang lengkap sesuai dengan yang dibutuhkan oleh variabel-variabel yang digunakan dari periode 2021-2023. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,191, yang berarti financial stability, good corporate governance, dan internal control dapat menjelaskan 19,1% terhadap fraudulent financial fraud, dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Hasil pengujian menunjukkan bahwa financial stability tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial fraud, good corporate governance tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial fraud, dan internal control menurunkan indikasi terjadinya fraudulent financial fraud.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial stability, good corporate governance, dan internal control terhadap fraudulent financial fraud.Penelitian ini menggunakan 30 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masih beroperasi di Indonesia pada periode 2021-2023 sebagai sampel penelitian.Variabel yang ada diuji dengan menggunakan metode analisis regresi logistik panel menggunakan SPSS 25 dan mendapati hasil sebagai berikut.Pertama, financial stability menurunkan dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap fraudulent financial fraud, artinya FS tidak berpengaruh terhadap FFF.Hal ini dikarenakan banyak faktor yang menyebabkan pertumbuhan aset yang dijadikan sebagai indikator penilaian financial stability.Kedua, good corporate governance meningkatkan dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap fraudulent financial fraud, artinya GCG tidak berpengaruh terhadap FFF.Hal ini dikarenakan dewan pengawas masih belum menjalankan tugas dan wewenangnya sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang ada.Sehingga penerapan GCG masih belum efektif dan efisien dan tidak memiliki pengaruh apapun dalam peningkatan maupun penurunan indikasi terjadinya kecurangan dalam perusahaan BUMN di Indonesia.Dan ketiga, internal control menurunkan fraudulent financial fraud.Penerapan whistleblowing system pada perusahaan sebagai bentuk pengendalian internal perusahaannya menjadikan sistem pengendalian internal yang dijalankannya menjadi lebih efektif dan efisien.Serta dengan adanya auditor internal serta satuan pengawasan intern yang membantu perusahaan dalam mengevaluasi pengendalian internal menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya pengendalian internal yang efektif.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menggabungkan pendekatan kualitatif atau kuantitatif melalui studi kasus, wawancara mendalam, atau survei terhadap auditor forensik, aparat penegak hukum, dan lembaga pengawas keuangan di Indonesia. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih aplikatif mengenai efektivitas digital forensik dalam praktik investigasi keuangan. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi pengaruh regulasi lokal, kapasitas SDM, dan infrastruktur teknologi terhadap optimalisasi penggunaan digital forensic dalam penegakan hukum terhadap kejahatan keuangan.

Read online
File size536.87 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test