SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Latar Belakang: Pingsan (sinkop) merupakan kondisi hilangnya kesadaran sementara akibat penurunan aliran darah ke otak. Meskipun sering dianggap ringan, kondisi ini dapat menyebabkan cedera sekunder seperti luka atau trauma kepala jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Di lingkungan sekolah, kasus pingsan sering terjadi, terutama saat upacara, aktivitas fisik, atau dehidrasi, namun masih banyak siswa dan guru yang belum memiliki keterampilan pertolongan pertama yang memadai. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMP dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus pingsan melalui edukasi interaktif dan simulasi.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMP dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus pingsan (sinkop).Edukasi melalui metode ceramah interaktif, demonstrasi, dan simulasi terbukti efektif dalam membentuk kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.Peningkatan skor post-test dan keberhasilan praktik simulasi menunjukkan bahwa siswa lebih memahami langkah-langkah penanganan pingsan yang benar, serta memiliki kepercayaan diri untuk bertindak cepat dan tepat.Hal ini penting untuk mencegah terjadinya cedera sekunder seperti luka atau trauma kepala akibat penanganan yang terlambat atau keliru.

Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: 1. Mengembangkan program edukasi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, tidak hanya terbatas pada siswa SMP, tetapi juga melibatkan guru dan staf sekolah lainnya. Hal ini dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan responsif terhadap kondisi medis darurat. 2. Menerapkan program pelatihan pertolongan pertama yang lebih terstruktur dan sistematis, dengan fokus pada kasus-kasus spesifik seperti pingsan (sinkop). Pelatihan ini dapat mencakup simulasi yang lebih beragam dan realistis, serta melibatkan peran aktif dari siswa dan guru. 3. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi dan pelatihan pertolongan pertama dalam jangka panjang. Penelitian ini dapat mencakup pengukuran tingkat kesiapan dan kepercayaan diri siswa dalam menangani situasi darurat, serta dampak positifnya terhadap budaya tolong-menolong dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah.

Read online
File size151.62 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test