4141

Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi KonstruksiJurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi utama bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Oleh karena itu, air harus dilindungi agar tetap bermanfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta bekerja melalui penyediaan air bersih (SPAM/PDAM) untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat guna meningkatkan kesehatan publik. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung proyeksi jumlah penduduk Kota Lubuklinggau pada tahun 2032, menghitung kebutuhan air bersih rumah tangga, serta menganalisis kebutuhan air bersih domestik, non-domestik, total, kehilangan air, dan kebutuhan rata-rata. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa proyeksi jumlah penduduk Kota Lubuklinggau pada tahun 2013 sebesar 213.071 jiwa dengan pertumbuhan 4,15%, pada tahun 2014 sebesar 217.332 jiwa dengan pertumbuhan 4,23%, sehingga pada tahun 2032 diperkirakan menjadi 292.256 jiwa. Kebutuhan air bersih rumah tangga pada tahun 2013 sebesar 31.960,63 liter/hari dan pada tahun 2032 sebesar 37.446,97 liter/hari. Kebutuhan air bersih domestik, non-domestik, total, kehilangan air, dan kebutuhan rata-rata mengalami peningkatan sebesar 5,79% pada tahun 2032, dengan selisih tertinggi terjadi antara tahun 2024–2025, 2026–2027, dan 2027–2028 sebesar 0,11%.

Jumlah penduduk Kota Lubuklinggau diperkirakan meningkat dari 213.071 jiwa pada tahun 2013 menjadi 292.256 jiwa pada tahun 2032 dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 4,15–4,23% per tahun.Kebutuhan air bersih rumah tangga meningkat dari 31.960,63 liter/hari pada tahun 2013 menjadi 37.Kebutuhan air bersih domestik, non-domestik, total, kehilangan air, dan kebutuhan rata-rata diproyeksikan meningkat sebesar 5,79% pada tahun 2032, dengan fluktuasi terbesar sebesar 0,11% terjadi pada periode 2024–2028.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis dampak pertumbuhan populasi terhadap kualitas air bersih di Kota Lubuklinggau, mengingat peningkatan jumlah penduduk dapat membebani sistem pengolahan air yang ada. Kedua, diperlukan studi tentang efektivitas sistem distribusi air bersih saat ini dalam memenuhi kebutuhan domestik dan non-domestik, terutama di wilayah-wilayah yang mengalami pertumbuhan permukiman atau komersial yang pesat. Ketiga, penting untuk mengevaluasi potensi penerapan teknologi pengolahan air hujan secara skala kota sebagai solusi tambahan dalam mengurangi tekanan terhadap pasokan air bersih, terutama mengingat potensi kelangkaan air di masa depan akibat kehilangan air dan peningkatan permintaan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang keberlanjutan sistem penyediaan air bersih di kota tersebut.

Read online
File size840.65 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test