SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Kandungan besi (Fe) yang tinggi dalam air sumur bor merupakan permasalahan umum yang berdampak pada kualitas air bersih masyarakat, terutama dari segi warna, bau, dan potensi gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada warga Desa Deli Tua Timur mengenai teknologi sederhana untuk menurunkan kadar besi menggunakan saringan pasir lambat yang diperkaya dengan bahan alami berupa arang dan sabut kelapa.

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dilaksanakan di Desa Deli Tua Timur berhasil memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada masyarakat tentang cara menurunkan kadar besi (Fe) dalam air sumur bor menggunakan teknologi sederhana, yaitu saringan pasir lambat yang diperkaya dengan arang dan sabut kelapa.Melalui metode partisipatif, warga mampu memahami bahaya kandungan besi yang tinggi dalam air terhadap kesehatan, serta secara aktif terlibat dalam proses pembuatan dan penerapan alat penyaring.Teknologi ini terbukti efektif secara visual dalam menjernihkan air, menghilangkan bau logam, dan mudah diaplikasikan menggunakan bahan-bahan lokal yang murah dan tersedia di lingkungan sekitar.Selain memberikan solusi teknis, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan, mendorong kemandirian masyarakat, dan membuka potensi pengembangan teknologi tepat guna secara berkelanjutan.Dengan demikian, program pengabdian ini tidak hanya berhasil menurunkan kadar besi dalam air, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya air secara mandiri dan berkelanjutan.

Untuk keberlanjutan program, disarankan pembentukan kelompok pengelola air bersih di tingkat RT atau dusun guna memantau kualitas air secara berkala dan membantu warga yang mengalami kendala teknis dalam penggunaan saringan. Bagi pemerintah desa, diharapkan dapat mendukung kegiatan serupa melalui alokasi dana desa, termasuk pelatihan lanjutan, penyediaan bahan penyaring, dan pengadaan alat uji sederhana untuk memantau kualitas air sumur secara mandiri. Untuk kegiatan pengabdian berikutnya, disarankan dilakukan uji laboratorium terhadap kandungan besi (Fe) secara kuantitatif sebelum dan sesudah penyaringan agar efektivitas metode dapat dibuktikan secara ilmiah. Bagi akademisi dan peneliti, teknologi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan inovasi lain seperti penggunaan zeolit, arang aktif berbahan limbah organik, atau desain saringan portabel yang lebih praktis untuk skala rumah tangga.

Read online
File size842.31 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test