SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis keluarga. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Namohalu Esiwa, beberapa implementasi PIS-PK menghadapi tantangan, antara lain kurangnya pemahaman petugas kesehatan terkait indikator keluarga sehat, keterbatasan dalam pengelolaan data, serta rendahnya partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program kesehatan keluarga. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memperkuat pelaksanaan PIS-PK dengan memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan, pendampingan dalam pelaksanaan kunjungan rumah, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya indikator keluarga sehat. Metode yang digunakan meliputi teori dan praktik untuk petugas kesehatan, sosialisasi kepada masyarakat, serta penyusunan SOP untuk pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petugas dalam implementasi PIS-PK, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Dengan demikian, kegiatan ini dapat dijadikan model untuk penguatan implementasi PIS-PK di wilayah lain yang memiliki kondisi serupa.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas Namohalu Esiwa dalam memahami dan mengimplementasikan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).Pelatihan, pendampingan, serta edukasi masyarakat telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman indikator keluarga sehat, keterampilan pelaksanaan kunjungan rumah, pengisian formulir keluarga sehat, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan berbasis keluarga.Selain itu, kegiatan ini mendorong terciptanya sistem kerja yang lebih tertib melalui penyusunan SOP internal dan penguatan budaya kerja berbasis data.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan program PIS-PK di Puskesmas Namohalu Esiwa, termasuk peran serta pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak program PIS-PK terhadap indikator kesehatan keluarga secara lebih komprehensif, seperti angka kematian bayi, angka kelahiran, dan prevalensi penyakit kronis. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman masyarakat terkait program PIS-PK, sehingga dapat memberikan masukan untuk perbaikan program di masa mendatang. Dengan demikian, program PIS-PK dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat yang optimal bagi kesehatan keluarga di wilayah kerja Puskesmas Namohalu Esiwa.

Read online
File size362.92 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test