SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Anemia merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada remaja, khususnya pada remaja perempuan. Salah satu penyebab anemia adalah kurangnya pengetahuan remaja, sehingga mempengaruhi perilaku dalam pencegahan terjadinya anemia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya zat gizi dan konsumsi tablet tambah darah terhadap pencegahan anemia. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pre and post test, lalu edukasi kesehatan melalui presentasi power point dan kegiatan diskusi. Kegiatan ini dilakukan di SMA Negeri 17 Medan sebanyak 37 siswa/siswi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan remaja tentang zat gizi dan konsumsi tablet tambah darah setelah diberikan edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja SMA mengenai pentingnya gizi seimbang dan konsumi tablet tambah darah dalam mencegah anemia. Edukasi ini tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk pola hidup sehat yang berkelanjutan.

Edukasi gizi dan penyuluhan konsumsi tablet tambah darah terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan anemia.Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh metode edukasi yang konsisten, serta pendekatan yang sesuai dengan karakteristik remaja.Disarankan agar kegiatan ini dilakukan dan dilanjutkan secara periodik agar pengetahuan dan kepatuhan remaja tetap terjaga, dengan melibatkan pihak sekolah melalui UKS dan guru.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal untuk mengamati dampak jangka panjang dari edukasi gizi terhadap perilaku konsumsi makanan bergizi dan kepatuhan minum tablet tambah darah pada remaja. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi anemia pada remaja, seperti faktor sosial ekonomi, budaya, dan lingkungan. Ketiga, pengembangan intervensi yang lebih komprehensif, melibatkan keluarga dan masyarakat, serta memanfaatkan teknologi digital, dapat diuji efektivitasnya dalam meningkatkan pencegahan anemia pada remaja. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam dan berkontribusi pada perumusan kebijakan yang lebih efektif dalam mengatasi masalah anemia pada remaja di Indonesia.

Read online
File size796.51 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test