SARI MUTIARASARI MUTIARA
Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas MutiaraMutu pelayanan kesehatan merupakan aspek penting dalam menciptakan kepuasan pasien, khususnya di fasilitas pelayanan tingkat pertama seperti Puskesmas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di UPT Puskesmas Sukaramai, Kota Medan, dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan pasien melalui pelatihan tenaga kesehatan, edukasi informasi masyarakat, serta penyediaan media. Metode yang digunakan adalah edukatif-partisipatif dengan pendekatan pelatihan, sosialisasi, observasi langsung, dan evaluasi kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek komunikasi pelayanan, efisiensi waktu, serta kenyamanan fasilitas. Skor kepuasan pasien meningkat pada hampir seluruh indikator, termasuk keramahan petugas, kecepatan layanan, dan kejelasan informasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi sederhana yang terstruktur mampu mendorong peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan di tingkat pelayanan primer.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien di UPT Puskesmas Sukaramai melalui pelatihan petugas, edukasi pasien, dan perbaikan sistem informasi pelayanan.Intervensi yang sederhana namun terstruktur terbukti mampu mendorong perubahan yang signifikan.Kegiatan ini direkomendasikan untuk dijadikan model pengabdian berkelanjutan dan direplikasi di Puskesmas lain dengan penyesuaian kontekstual.
Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari intervensi ini terhadap kepuasan pasien dan kualitas pelayanan secara keseluruhan. Kedua, studi komparatif antara Puskesmas yang telah menerapkan intervensi serupa dengan yang belum dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas dan keberlanjutan perubahan. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami perspektif pasien dan petugas mengenai perubahan yang terjadi, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan intervensi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat primer.
| File size | 687.68 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
YMPAIYMPAI Sebagian besar responden (55%) merasa kurang puas dengan penggunaan MAPAN. Pada masing-masing variabel yaitu variabel content sebesar 57% responden merasaSebagian besar responden (55%) merasa kurang puas dengan penggunaan MAPAN. Pada masing-masing variabel yaitu variabel content sebesar 57% responden merasa
YMPAIYMPAI Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pola makan (nilai p = 0,01), konsumsi tablet Fe (nilai p = 0,045), dan status giziAnalisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pola makan (nilai p = 0,01), konsumsi tablet Fe (nilai p = 0,045), dan status gizi
YMPAIYMPAI Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis korelasi. Responden terdiri atas karyawan dengan jabatan di bawahMetode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis korelasi. Responden terdiri atas karyawan dengan jabatan di bawah
YMPAIYMPAI Kepuasan pasien menjadi indikator penting yang berdampak tidak hanya pada individu pasien, tetapi juga pada reputasi dan keberlanjutan fasilitas kesehatan.Kepuasan pasien menjadi indikator penting yang berdampak tidak hanya pada individu pasien, tetapi juga pada reputasi dan keberlanjutan fasilitas kesehatan.
STIKESNHSTIKESNH Jika tidak segera ditangani, anemia dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang memengaruhi ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas, serta berdampakJika tidak segera ditangani, anemia dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang memengaruhi ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas, serta berdampak
SARI MUTIARASARI MUTIARA Tujuan penelitian ini adalah memberikan pengetahuan terkait pengenalan bahaya rabies melalui edukasi interaktif sebagai upaya pencegahan terjadinya rabiesTujuan penelitian ini adalah memberikan pengetahuan terkait pengenalan bahaya rabies melalui edukasi interaktif sebagai upaya pencegahan terjadinya rabies
SARI MUTIARASARI MUTIARA (2) Kegiatan ini meningkatkan kewaspadaan dan semangat masyarakat khususnya kaum ibu dan lansia untuk mencegah kanker payudara bagi diri mereka dan keluarga.(2) Kegiatan ini meningkatkan kewaspadaan dan semangat masyarakat khususnya kaum ibu dan lansia untuk mencegah kanker payudara bagi diri mereka dan keluarga.
SARI MUTIARASARI MUTIARA Antusiasme para lansia mengikuti kegiatan menunjukkan minat dan kesiapan mereka untuk menerapkan pola hidup sehat. Program ini diharapkan dapat memberikanAntusiasme para lansia mengikuti kegiatan menunjukkan minat dan kesiapan mereka untuk menerapkan pola hidup sehat. Program ini diharapkan dapat memberikan
Useful /
STAINAASTAINAA Studi kasus Laundry CV AL-MUBAROKAH digunakan sebagai acuan, yang menunjukkan bahwa modal yang relatif rendah dapat dimulai untuk memulai usaha laundry,Studi kasus Laundry CV AL-MUBAROKAH digunakan sebagai acuan, yang menunjukkan bahwa modal yang relatif rendah dapat dimulai untuk memulai usaha laundry,
STAINAASTAINAA Pesantren Sidogiri telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menerapkan konsep spiritualitas ekonomi dan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam aktivitasPesantren Sidogiri telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menerapkan konsep spiritualitas ekonomi dan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam aktivitas
STIKESNHSTIKESNH Transformasi ini terbentuk melalui sinergi antaraktor di lingkungan sekolah, seperti guru, pengelola kantin, orang tua, dan petugas puskesmas. Guru berperanTransformasi ini terbentuk melalui sinergi antaraktor di lingkungan sekolah, seperti guru, pengelola kantin, orang tua, dan petugas puskesmas. Guru berperan
STIKES BHSTIKES BH Hasil penelitian diperoleh sebagian besar 23 responden (53. 5%) dengan 1-6 sindrom geriatri, hampir setengahnya 17 responden (42,5%) dengan 7-13 sindromHasil penelitian diperoleh sebagian besar 23 responden (53. 5%) dengan 1-6 sindrom geriatri, hampir setengahnya 17 responden (42,5%) dengan 7-13 sindrom