ITENASITENAS

Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah LingkunganRekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan

Kesadaran masyarakat dan kebijakan pemerintah yang semakin menekankan pentingnya pelestarian lingkungan telah mendorong peningkatan permintaan terhadap produk yang lebih ekologis. Dalam konteks industri percetakan, salah satu solusi untuk mengurangi dampak limbah tinta adalah dengan menciptakan tinta berbasis alami yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan pigmen alami dari buah kluwek (Pangium edule) sebagai komponen utama dalam pembuatan tinta inkjet yang berkelanjutan. Fokus kajian tertuju pada pengaruh penambahan aluminium sulfat sebagai fiksator daya tahan warna tinta terhadap pemudaran akibat cahaya. Dengan menggunakan desain eksperimen satu faktor, dilakukan variasi massa aluminium sulfat antara 0,4%, 0,8%, 1,2% gram. Pengujian dilakukan dengan mengamati perubahan nilai warna berdasarkan CIE L*a*b* untuk mengevaluasi ketahanan terhadap cahaya. Hasil menunjukkan bahwa meskipun peningkatan massa aluminium sulfat menurunkan intensitas warna awal tinta, senyawa ini mampu meningkatkan stabilitas warna terhadap paparan cahaya. Temuan ini mengindikasikan bahwa formulasi tinta berbasis kluwek dengan tambahan aluminium sulfat memiliki potensi sebagai alternatif tinta inkjet ramah lingkungan.

Berdasarkan grafik nilai ∆E, komposisi aluminium sulfat yang optimal untuk daya tahan pudar tinta alami adalah 0,8%.Hal ini karena nilai ∆E pada komposisi tersebut adalah yang paling rendah 1,1, yang menunjukkan perubahan warna paling kecil atau warna paling stabil setelah perlakuan atau seiring waktu.Semakin kecil nilai ∆E, semakin kecil perubahan warna yang terjadi, yang berarti tinta alami lebih tahan terhadap pemudaran.Hal ini juga ditunjukkan pada perubahan nilai CIE L*a*b*, berdasarkan penelitian komposisi 0,8% aluminium sulfat menunjukkan perubahan paling kecil untuk nilai L* dan a*, sedangkan komposisi 1,2% unggul pada kestabilan nilai b*.Namun, karena nilai L* merupakan indikator utama dalam lightfastness (tingkat perubahan visual yang paling mudah terlihat), maka komposisi 0,8% tetap menjadi yang paling optimal secara keseluruhan dalam menjaga kestabilan warna terhadap cahaya.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh berbagai jenis pelarut selain aquades dan isopropil alkohol terhadap kualitas tinta kluwek, termasuk viskositas, stabilitas, dan kemampuan mencetak. Eksplorasi ini dapat membuka peluang untuk formulasi tinta yang lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan aplikasi tertentu. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi proses ekstraksi pigmen dari buah kluwek untuk meningkatkan rendemen dan kemurnian pigmen yang diperoleh. Hal ini dapat dilakukan dengan memvariasikan parameter ekstraksi seperti suhu, waktu, dan jenis pelarut. Ketiga, penting untuk menguji performa tinta kluwek pada berbagai jenis media cetak selain kertas HVS, seperti kain, plastik, atau material daur ulang. Pengujian ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi aplikasi tinta kluwek dalam berbagai industri.

Read online
File size8.9 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test