UntikaUntika

Jurnal Media HukumJurnal Media Hukum

Kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan membutuhkan penanganan menyeluruh dari berbagai aspek, termasuk aspek hukum dan psikologi. Penelitian ini mengkaji peran psikologi forensik dalam penegakan hukum kasus kekerasan seksual di Indonesia melalui studi kasus Putusan No. 46/Pid.B/2022/PN Pbr. Pendekatan yang digunakan adalah analisis yuridis normatif dan literatur ilmiah terkini. Fokus utama adalah bagaimana psikologi forensik memperkuat pembuktian, menilai dampak psikologis korban, dan membantu aparat penegak hukum dalam proses peradilan pidana. Hasil kajian menunjukkan bahwa psikologi forensik berperan signifikan dalam mendukung proses hukum, meskipun masih terdapat tantangan implementatif seperti kurangnya standar kerja dan pemahaman profesi di Indonesia. Pendekatan psikologi forensik dinilai penting untuk membantu proses pembuktian, memahami psikologis korban, serta memberikan kontribusi signifikan dalam menentukan hukuman yang adil bagi pelaku.

Penerapan psikologi forensik dalam penegakan hukum kasus kekerasan seksual di Indonesia memiliki peran yang sangat strategis dan krusial, terutama dalam menjembatani aspek psikologis korban dengan proses hukum yang berorientasi pada pembuktian.Melalui asesmen psikologi forensik, aparat penegak hukum memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi mental korban, dampak psikologis yang dialami, serta kredibiltas keterangan yang diberikan dalam proses penyidikan dan persidangan.Berdasarkan studi kasus dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa keterangan ahli psikologi forensik memberikan kontribusi signifikan dalam membantu hakim menilai alat bukti, khususnya dalam perkara kekerasan seksual yang sering kali minim saksi dan bukti fisik.Pendekatan psikologi forensik juga berperan penting dalam memastikan bahwa proses pemeriksaan korban dilakukan secara etis, serta selaras dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia.

1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan standar kerja dan pemahaman profesi psikologi forensik di Indonesia, dengan tujuan meningkatkan efektivitas penerapan psikologi forensik dalam penegakan hukum kasus kekerasan seksual. 2. Menganalisis lebih dalam dampak psikologis korban kekerasan seksual dan bagaimana psikologi forensik dapat membantu dalam proses rehabilitasi dan pemulihan korban. 3. Mengkaji peran psikologi forensik dalam menentukan hukuman yang adil bagi pelaku kekerasan seksual, dengan mempertimbangkan faktor-faktor psikologis dan sosial yang relevan.

  1. ANALISIS TEORITIS PERAN PSIKOLOGI HUKUM DALAM MENGUNGKAP MOTIF PELAKU TINDAK PIDANA DALAM PROSES PERADILAN... doi.org/10.61974/justness.v5i1.84ANALISIS TEORITIS PERAN PSIKOLOGI HUKUM DALAM MENGUNGKAP MOTIF PELAKU TINDAK PIDANA DALAM PROSES PERADILAN doi 10 61974 justness v5i1 84
  2. Analisis Relasi Kuasa Michel Foucault: Studi Kasus Fenomena Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi | Jurnal... jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intelektualita/article/view/11117Analisis Relasi Kuasa Michel Foucault Studi Kasus Fenomena Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Jurnal jurnal radenfatah ac index php intelektualita article view 11117
  3. Restitusi Sebagai Wujud Pemenuhan Hak Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Indonesia | Risalah Hukum.... e-journal.fh.unmul.ac.id/index.php/risalah/article/view/492Restitusi Sebagai Wujud Pemenuhan Hak Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Indonesia Risalah Hukum e journal fh unmul ac index php risalah article view 492
  4. Kekerasan Seksual Pada Lingkungan Perguruan Tinggi Ditinjau Dari Nilai Pancasila | Jurnal Lemhannas RI.... jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/article/view/423Kekerasan Seksual Pada Lingkungan Perguruan Tinggi Ditinjau Dari Nilai Pancasila Jurnal Lemhannas RI jurnal lemhannas go index php jkl article view 423
Read online
File size368.09 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test