UntikaUntika

Jurnal Media HukumJurnal Media Hukum

Paradoks mendasar dalam praktik kenotariatan Indonesia terletak pada kenyataan bahwa covernote, dokumen yang secara normatif tidak memiliki kedudukan sebagai akta autentik dan tidak diatur secara eksplisit dalam Undang-Undang Jabatan Notaris, justru berfungsi sebagai penentu kepercayaan dalam transaksi Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) bernilai ekonomi tinggi. Kesenjangan antara ketiadaan landasan hukum yang jelas dengan luasnya praktik penggunaan covernote inilah yang menjadi sumber ketidakpastian hukum sekaligus celah terjadinya penyalahgunaan jabatan notaris. Penelitian ini secara spesifik menganalisis pergeseran fungsi covernote dalam bentuk-bentuk penyimpangan hukum yang ditimbulkannya, serta menetapkan konstruksi pertanggungjawaban hukum notaris atas penerbitan covernote yang tidak sesuai kondisi faktual.

Covernote yang dibuat oleh notaris pada dasarnya hanya merupakan surat keterangan administratif yang tidak memiliki kedudukan sebagai akta otentik maupun alat bukti yang menimbulkan akibat hukum secara langsung.Namun dalam praktiknya, sebagaimana tercermin dalam Putusan Nomor 88/Pid.B/2022/PN Malang, covernote sering digunakan dalam rangkaian transaksi perjanjian, termasuk dalam pembuatan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), sehingga menimbulkan keyakinan bagi para pihak mengenai kondisi hukum objek perjanjian yang sebenarnya belum sepenuhnya terpenuhi.Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran fungsi covernote dari sekadar dokumen administratif menjadi instrumen yang mempengaruhi terbentuknya hubungan hukum antara para pihak, yang pada akhirnya membuka ruang terjadinya penyalahgunaan dalam praktik kenotariatan.

Untuk mengatasi permasalahan ini, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak penggunaan covernote dalam transaksi hukum, khususnya dalam konteks Akta PPJB. Penelitian ini dapat fokus pada analisis dampak penggunaan covernote terhadap kepastian hukum dan perlindungan hak-hak pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi. Selain itu, penelitian juga dapat mengkaji lebih dalam mengenai tanggung jawab notaris dalam penerbitan covernote yang tidak sesuai kondisi faktual, serta implikasi hukumnya dalam konteks perdata dan pidana. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian hukum kenotariatan dan perlindungan hukum dalam transaksi properti dan pembiayaan perbankan.

Read online
File size432.37 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test