STIKESYARSIMATARAMSTIKESYARSIMATARAM

Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi MataramJurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram

ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI selama enam bulan tanpa tambahan cairan dan makanan lain kecuali sirup obat. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 65,16% belum mencapai target nasional (80%), cakupan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Huraba Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2019 sekitar 23,2%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Huraba Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2020. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan sampel berjumlah 57 teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pendidikan (p=0,250), pekerjaan (p=0,920) dan sikap (p=0,568) dengan pemberian ASI eksklusif. Ada hubungan antara pengetahuan (p=0,049) dan sosial budaya (p=0,013) dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Huraba.

Sebagian besar responden berusia 20–35 tahun, memiliki bayi berusia 11 bulan, berpendidikan rendah, dan mayoritas merupakan ibu yang bekerja.Analisis menunjukkan bahwa pengetahuan ibu dan faktor sosial budaya secara signifikan berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif, sedangkan pendidikan, pekerjaan, dan sikap tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Oleh karena itu, upaya peningkatan pengetahuan serta penguatan dukungan sosial budaya diperlukan untuk meningkatkan tingkat ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Huraba Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2020.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas intervensi edukasi kesehatan terstruktur yang ditujukan kepada ibu di wilayah kerja Puskesmas Huraba untuk meningkatkan pengetahuan tentang ASI eksklusif dan mempengaruhi tingkat pemberian ASI eksklusif secara signifikan. Selain itu, studi kualitatif yang mendalam dapat dilakukan untuk menggali pengaruh kepercayaan budaya dan praktik tradisional terhadap keputusan ibu dalam memberikan ASI eksklusif, sehingga dapat diidentifikasi faktor-faktor sosio‑kultural yang menghambat atau mendukung praktik tersebut. Selanjutnya, penelitian longitudinal dapat menilai dampak kebijakan tempat kerja, seperti cuti melahirkan yang memadai dan penyediaan ruang menyusui, terhadap keberlanjutan ASI eksklusif pada ibu yang bekerja, guna memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat bagi peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Read online
File size608.53 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test