STIKESYARSIMATARAMSTIKESYARSIMATARAM

Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi MataramJurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram

HIV merupakan singkatan dari Human Immuno deficiency Virus adalah virus yang dapat melemahkan kekebalan tubuh pada manusia. Sedangkan AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah kumpulan dari gejala dan infeksi atau biasa disebut sindrom yang diakibatkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh manusia karena virus HIV. HIV/AIDS adalah penyakit menular seksual yang mengakibatkan kematian. Remaja merupakan kelompok beresiko untuk penularan HIV/AIDS. Pengetahuan yang baik tentang penyakit akan membantu remaja untuk melakukan upaya pencegahan. Pergaulan bebas remaja merupakan salah satu indikator yang dapat menularkan penyakit tersebut. Tujuan penelitian mengidentifikasi gambaran pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswa Pondok Assulamy Langko sebanyak 134 dengan sampel 57 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah Random Sampling. Data diambil dengan menggunakan kuisioner yang dilakukan di Ponpes Assulamy Langko Lombok Barat. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa lebih banyak siswa 30 responden berjenis kelamin perempuan (53%) dan 27 responden (42%) berjenis kelamin laki-laki. Pengetahuan siswa MA tentang HIV/AIDS sebanyak 44 responden (77%) dengan kriteria cukup, dan 13 responden (23%) kurang. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Ponpes Assulamy Langko tersebut cukup. Remaja memiliki pengetahuan yang cukup baik, tetapi perlu diperhatikan dan ditingkatkan melalui pemberian edukasi kesehatan berkaitan HIV/AIDS.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di Pondok Assulamy Langko memiliki pengetahuan cukup mengenai HIV/AIDS, dengan tingkat pengetahuan sebesar 77%.Namun, masih terdapat mayoritas responden (62%) yang menunjukkan sikap negatif terhadap HIV/AIDS.Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan program edukasi kesehatan seksual yang lebih intensif di lingkungan pesantren.

Pertama, melakukan studi longitudinal untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS setelah intervensi edukasi berbasis media sosial, sehingga dapat menentukan efektivitas jangka panjang strategi tersebut. Kedua, menggali faktor pendukung dan penghambat perolehan pengetahuan melalui pendekatan kualitatif, misalnya wawancara mendalam dengan guru dan pemuka agama, guna merancang materi edukasi yang lebih relevan dan kontekstual. Ketiga, mengevaluasi dampak integrasi program kesehatan HIV/AIDS dengan pelajaran agama di pesantren, sehingga dapat menyesuaikan pesan moral dan ketaatan dengan strategi pencegahan penyakit menular seksual.

Read online
File size260.68 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test