POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Just a moment...Just a moment...

Berdasarkan Permenkes RI Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan RME sesuai dengan ketentuan dalam peraturan tersebut paling lambat tanggal 31 Desember 2023. Analisis kesiapan diperlukan sebelum melaksanakan RME untuk mengetahui tingkat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan pelaksanaan RME dengan metode doctors office quality-information technology (DOQ-IT) pada aspek sumber daya manusia (SDM), budaya kerja organisasi, tata kelola kepemimpinan, dan infrastruktur teknologi informasi. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan menggunakan Google Form. Sampel yang digunakan merupakan petugas RSUD Kajen yang akan mengoperasikan RME. Kesiapan pelaksanaan RME di RSUD Kajen memperoleh nilai 91,44 dengan rata-rata 3,2. Nilai tersebut berarti RSUD Kajen cukup siap dalam melaksanakan RME. RSUD Kajen sebaiknya menyusun kebijakan terkait reward, anggaran untuk peningkatan kapasitas PPA dan pemeliharan infrastruktur teknologi informasi, serta dilakukan identifikasi SDM agar kesiapannya lebih maksimal.

Berdasarkan hasil penilaian dan analisis kesiapan terhadap pelaksanaan RME dengan metode DOQ-IT di RSUD Kajen, diperoleh total nilai 91,44 dengan rata-rata 3,2.Hasil tersebut menunjukkan bahwa RSUD Kajen cukup siap dalam melaksanakan RME.Variabel yang memiliki kesiapan tertinggi yaitu tata kelola kepemimpinan dan budaya kerja organisasi, sedangkan variabel dengan kesiapan terendah yaitu SDM.Untuk meningkatkan kesiapan, perlu dilakukan peningkatan pemahaman mengenai RME melalui pelatihan, penyusunan kebijakan terkait reward, dan perencanaan anggaran untuk pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang paling memengaruhi kesiapan SDM dalam implementasi RME, seperti tingkat pendidikan, pengalaman, dan motivasi. Hal ini dapat membantu rumah sakit dalam merancang program pelatihan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan petugas. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak implementasi RME terhadap kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Kajen, termasuk efisiensi proses kerja, kepuasan pasien, dan akurasi data medis. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi integrasi RME dengan sistem informasi kesehatan lainnya, seperti sistem manajemen keuangan dan sistem pelaporan penyakit menular, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data kesehatan secara keseluruhan. Dengan demikian, rumah sakit dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

  1. Analisis Kesiapan Implementasi Rekam Medis Elektronik dengan Pendekatan DOQ-IT (Doctor’s... doi.org/10.33560/jmiki.v9i1.315Analisis Kesiapan Implementasi Rekam Medis Elektronik dengan Pendekatan DOQ IT DoctoryCEs doi 10 33560 jmiki v9i1 315
  2. Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode Doctor’s Office... doi.org/10.31983/jrmik.v7i1.11269Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office doi 10 31983 jrmik v7i1 11269
Read online
File size757.08 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test