ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH
Jurnal Asy-SyukriyyahJurnal Asy-SyukriyyahPenelitian ini berfokus pada pemikiran Ibnu Khaldun tentang pendidikan dan relevansinya dengan sistem pendidikan dasar. Dalam perkembangan pendidikan di Indonesia, pemikiran sekuler mendominasi, yang mengakibatkan terpecahnya kesatuan kepribadian. Ibnu Khaldun, selain sebagai ilmuwan dan sejarawan, juga merupakan tokoh fenomenal dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggambarkan konsep pendidikan menurut Ibnu Khaldun, termasuk tujuan pendidikan, siswa, pendidik, metode pembelajaran, kurikulum, dan lingkungan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan referensi pada karya fenomenal Ibnu Khaldun, yaitu buku Al-Muqaddimah, serta buku-buku lainnya yang mengkaji pemikiran beliau. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah terdapat relevansi antara konsep pendidikan Ibnu Khaldun dengan sistem pendidikan nasional, terutama pendidikan dasar, sehingga ide ini dapat menjadi referensi untuk pengembangan pendidikan dasar di Indonesia.
Abd al-Rahman Abu Zaid Ibn Muhammad Ibn Muhammad Ibn Khaldun (lebih dikenal sebagai Ibn Khaldun) lahir di Thunisia pada 1 Ramadhan 732 H/27 Mei 1332 M dan meninggal di Kairo pada 25 Ramadhan 808 H/19 Maret 1406 M.Ia dikenal sebagai ahli negara, sejarawan, dan ahli hukum mazhab Maliki.Asal usul leluhurnya berasal dari Hadramaut yang kemudian bermigrasi ke Seville (Spanyol) pada abad ke-8, bersamaan dengan gelombang penaklukan Islam di Semenanjung Andalusia.Keluarganya adalah tokoh-tokoh politik yang cukup berpengaruh.Di antara keluarganya, hanya ayahnya yang tidak terlibat dalam pendidikan dan memilih untuk lebih intens di bidang pendidikan.Kerangka berpikir Ibn Khaldun dalam konteks pendidikan dimulai dengan penjelasannya tentang sifat manusia dan ilmu pengetahuan.Menurutnya, manusia adalah makhluk yang diberikan pemikiran, karena pikiran inilah yang membedakan manusia dari makhluk lainnya.Selain itu, Khaldun percaya bahwa manusia adalah makhluk sosial, karena keberadaan manusia sebagai khalifah tidak akan terwujud jika manusia sendiri tidak memiliki kesatuan atau hubungan di antara mereka.Dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan, terdapat dualitas pengetahuan dalam pandangannya, yaitu pengetahuan tradisional (naqly) dan pengetahuan alami atau filosofis (aqly).Ibn Khaldun berpendapat bahwa pendidikan bertujuan untuk melahirkan masyarakat yang berbudaya dan bekerja untuk menjaga eksistensi masyarakat di masa depan, sehingga pendidikan akan mengarah pada pengembangan sumber daya manusia berkualitas.Rumusan pendidikan yang diajukan oleh Ibn Khaldun adalah hasil dari berbagai pengalaman yang dilaluinya sebagai filsuf sejarah dan sosiologi yang mencoba menghubungkan konsep dan realitas.Sebagai ahli filsafat sejarah, tentu saja ia menggunakan pendekatan filsafat sejarah, karena kedua pendekatan ini akan mempengaruhi sistem berpikir dan pemikiran dalam membahas setiap masalah, karena kedua pendekatan juga mampu merumuskan beberapa pendapat dan interpretasi dari fakta dan pengalaman yang ada.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Melakukan studi komparatif antara pemikiran Ibn Khaldun dengan pemikiran para filsuf pendidikan lainnya, seperti Plato, Aristoteles, atau filsuf modern, untuk melihat perbedaan dan kesamaan dalam konsep pendidikan mereka.. . 2. Menganalisis lebih lanjut bagaimana pemikiran Ibn Khaldun tentang pendidikan dapat diterapkan dalam sistem pendidikan dasar di Indonesia, khususnya dalam konteks kurikulum dan metode pembelajaran.. . 3. Meneliti pengaruh pemikiran Ibn Khaldun terhadap perkembangan pendidikan Islam di masa sekarang, dan bagaimana ide-idenya dapat diintegrasikan dengan sistem pendidikan modern untuk menciptakan pendidikan yang lebih holistik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
| File size | 221.4 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya efektivitas penerapan media pelajaran pada proses pembelajaran sehingga siswa kurang efektif dalam memahamiPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya efektivitas penerapan media pelajaran pada proses pembelajaran sehingga siswa kurang efektif dalam memahami
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Peneliti mengumpulkan data menggunakan wawancara dan tes. Hasil Pearson Product Moment dari kedua instrumen analisis data adalah 0,011. Kategori adalahPeneliti mengumpulkan data menggunakan wawancara dan tes. Hasil Pearson Product Moment dari kedua instrumen analisis data adalah 0,011. Kategori adalah
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Penelitian ini meneliti strategi lembaga pendidikan Islam dalam membangun kesadaran global dengan menggunakan metode tinjauan pustaka dan analisis konten.Penelitian ini meneliti strategi lembaga pendidikan Islam dalam membangun kesadaran global dengan menggunakan metode tinjauan pustaka dan analisis konten.
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Pada siklus I keaktifan siswa belum mencapai target karena ketercapaiannya hanya 23,68%. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 71,05% yangPada siklus I keaktifan siswa belum mencapai target karena ketercapaiannya hanya 23,68%. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 71,05% yang
STAIBSLLGSTAIBSLLG Sedangkan makna karakter adalah nilai-nilai khas (mengetahui nilai kebaikan, ingin berbuat baik, hidup baik yang sesungguhnya, dan dampak baik pada lingkungan)Sedangkan makna karakter adalah nilai-nilai khas (mengetahui nilai kebaikan, ingin berbuat baik, hidup baik yang sesungguhnya, dan dampak baik pada lingkungan)
UIN SGDUIN SGD Akhirnya, studi menegaskan perlunya pengembangan lebih lanjut untuk memperkuat kerangka konseptual dan metodologis Tafsīr Tarbawī. Al‑Quran dianggapAkhirnya, studi menegaskan perlunya pengembangan lebih lanjut untuk memperkuat kerangka konseptual dan metodologis Tafsīr Tarbawī. Al‑Quran dianggap
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Dalam konsep pendidikan humanis religius, agama tidak dapat dipisahkan dan menjadi suatu kesatuan integritas. Konsep ini mengadopsi model pendidikan pesantrenDalam konsep pendidikan humanis religius, agama tidak dapat dipisahkan dan menjadi suatu kesatuan integritas. Konsep ini mengadopsi model pendidikan pesantren
IAIN SUIAIN SU Islam sebagai agama sempurna bukan saja menjelaskan dimensi ideologis dan ritual agama saja, tetapi juga memberikan pencerahan kepada manusia tentang lingkungan.Islam sebagai agama sempurna bukan saja menjelaskan dimensi ideologis dan ritual agama saja, tetapi juga memberikan pencerahan kepada manusia tentang lingkungan.
Useful /
IDID Pariwisata berbasis teknologi informasi menjadi semakin penting dalam era digital untuk mempermudah wisatawan menemukan destinasi yang sesuai dengan preferensiPariwisata berbasis teknologi informasi menjadi semakin penting dalam era digital untuk mempermudah wisatawan menemukan destinasi yang sesuai dengan preferensi
IICETIICET Penentuan studi lanjut dimulai dengan memberikan pemahaman diri kepada siswa berdasarkan tes bakat dan minat, memberikan informasi berkaitan pemilihanPenentuan studi lanjut dimulai dengan memberikan pemahaman diri kepada siswa berdasarkan tes bakat dan minat, memberikan informasi berkaitan pemilihan
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Hasil ini menunjukkan bahwa flash card membantu siswa memahami makna kata melalui asosiasi gambar‑kata, memperkuat retensi dan motivasi belajar. PenggunaanHasil ini menunjukkan bahwa flash card membantu siswa memahami makna kata melalui asosiasi gambar‑kata, memperkuat retensi dan motivasi belajar. Penggunaan
IAIN SUIAIN SU Artikel ini mengajukan temuan, yang didasarkan pada teknik pengumpulan data kualitatif yang dideskripsikan melalui analisis deskriptif, bahwa pengembanganArtikel ini mengajukan temuan, yang didasarkan pada teknik pengumpulan data kualitatif yang dideskripsikan melalui analisis deskriptif, bahwa pengembangan