UNTANUNTAN

Journal of English Language Teaching Innovations and Materials (Jeltim)Journal of English Language Teaching Innovations and Materials (Jeltim)

Penelitian ini meneliti pengaruh penerimaan teknologi augmented reality terhadap sikap dan self‑efficacy dalam pembelajaran Bahasa Inggris serta memodelkan efek langsung dan tidak langsungnya. Penelitian menggunakan desain survei analitik non‑eksperimental dengan pemodelan persamaan struktural. Sebanyak dua ratus lima puluh tujuh responden mengisi kuesioner survei. Analisis data menggunakan SmartPLS untuk menguji outer loading, validitas dan reliabilitas, nilai R‑square, koefisien jalur, efek tidak langsung spesifik, efek total, dan kecocokan model. Hasil pemodelan persamaan struktural (SEM) menunjukkan bahwa persepsi kegunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap dan self‑efficacy, sedangkan persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan terhadap sikap namun tidak berpengaruh signifikan terhadap self‑efficacy. Persepsi kesenangan menunjukkan korelasi positif dengan sikap dan self‑efficacy. Penelitian ini memberikan bukti empiris yang mendukung sekaligus bertentangan dengan temuan studi terdahulu mengenai penerimaan teknologi terhadap sikap dan self‑efficacy dalam penggunaan teknologi augmented reality untuk pembelajaran bahasa. Hasil studi juga memberikan kontribusi ide tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan tidak hanya dari perspektif teknologis, tetapi juga kognitif dan afektif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kegunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap dan self‑efficacy, sedangkan persepsi kemudahan penggunaan serta persepsi kesenangan berpengaruh signifikan terhadap keduanya, dan sikap berperan sebagai mediator terhadap self‑efficacy.Evaluasi model menggunakan SRMR mengindikasikan kecocokan model yang memadai.Implikasi utama adalah bahwa pemahaman faktor-faktor non‑teknologis ini dapat membantu pendidik dalam merancang strategi pedagogis yang efektif untuk pembelajaran Bahasa Inggris dengan teknologi augmented reality, serta menunjukkan kebutuhan penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan variabel intervening serta moderating.

Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana variabel moderasi seperti tingkat motivasi intrinsik mahasiswa mempengaruhi hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan augmented reality dan sikap belajar Bahasa Inggris, sehingga dapat menjawab pertanyaan apakah motivasi intrinsik memperkuat efek positif kemudahan penggunaan. Selain itu, studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dapat menggali pengalaman subjektif mahasiswa dalam penggunaan aplikasi augmented reality berbasis CLIL, untuk memahami faktor-faktor kontekstual yang tidak terjangkau oleh model kuantitatif sebelumnya. Selanjutnya, penelitian dengan desain eksperimental berukuran sampel yang lebih besar dan melibatkan berbagai jurusan dapat menilai generalisasi temuan mengenai pengaruh persepsi kesenangan terhadap self‑efficacy, serta mengidentifikasi perbedaan lintas disiplin ilmu dalam adopsi teknologi ini. Selain itu, eksplorasi penggunaan realitas tertambah dalam konteks pembelajaran daring dapat menguji efektivitas integrasi AR dengan platform e‑learning, sehingga menjawab pertanyaan apakah kombinasi tersebut meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar secara signifikan.

  1. Technology acceptance of augmented reality to attitude and self-efficacy in learning English | Journal... jurnal.untan.ac.id/index.php/JELTIM/article/view/56212Technology acceptance of augmented reality to attitude and self efficacy in learning English Journal jurnal untan ac index php JELTIM article view 56212
Read online
File size316.21 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test