STTAASTTAA
Jurnal Amanat AgungJurnal Amanat AgungAngka tren ateisme yang cenderung meningkat akhir‑akhir ini memerlukan penjelasan dan respons teologis yang memadai. Artikel ini mengusulkan Mazmur 14 sebagai salah satu respons teologis terhadap ateisme. Telaah terhadap Mazmur 14 sebagai respons terhadap ateisme menggunakan metode penelitian puitis‑afektif. Metode penelitian puitis‑afektif memiliki fitur‑fitur keluhan, perasaan, Allah, dan perubahan suasana teks (mood) dalam penggalian tema sentral Mazmur 14. Penelitian puitis‑afektif memperlihatkan ateisme yang terdapat dalam Mazmur 14 menggambarkan dua keadaan manusia, yaitu manusia yang percaya tidak ada YHWH dan manusia tanpa kepercayaan kepada ĕlōhîm. Mazmur 14 menegaskan keterkaitan erat apa yang dipercayai dan apa yang dilakukan. Ateisme modern sebaliknya menolak kaitan teologi dan etika.
Menurut penutup, Mazmur 14 menggambarkan orang bebal sebagai ateis yang menolak YHWH dan ĕlōhîm.Ateis tersebut diwujudkan dalam perbuatan jahat terhadap sesama manusia.Sementara itu, ateisme modern hanya dibatasi pada ranah filosofi tanpa hubungan dengan etika atau moralitas.
Penelitian lanjutan dapat mengajukan pertanyaan: Bagaimana tema ateisme dan respons teologis muncul dalam Mazmur lain, misalnya Mazmur 53, bila dianalisis dengan metode puitis‑afektif? Selanjutnya, diperlukan studi empiris untuk meneliti persepsi umat beriman kontemporer terhadap hubungan antara kepercayaan, tindakan, dan ateisme yang diangkat dalam Mazmur 14, sehingga dapat menghubungkan temuan eksposisi teks dengan pengalaman religius nyata. Selain itu, sebuah riset interdisipliner yang menggabungkan data sosiologis tentang tren ateisme global dengan eksposisi teologis Mazmur 14 dapat memperkaya pemahaman tentang relevansi dialog teologi‑etika dalam konteks masyarakat modern yang semakin sekuler.
| File size | 569.77 KB |
| Pages | 37 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN KERINCIIAIN KERINCI Studi ini menyimpulkan bahwa pendidikan, sebagaimana didefinisikan dalam KBBI, melibatkan proses pembinaan dan pelatihan untuk membentuk sikap dan perilakuStudi ini menyimpulkan bahwa pendidikan, sebagaimana didefinisikan dalam KBBI, melibatkan proses pembinaan dan pelatihan untuk membentuk sikap dan perilaku
STIQISYKARIMASTIQISYKARIMA Penelitian ini mengidentifikasi empat karakteristik masyarakat Islam dalam Surat Al-Hujurât menurut Tafsir Fî Zhilâl Al-Qur`Ân. Karakteristik tersebutPenelitian ini mengidentifikasi empat karakteristik masyarakat Islam dalam Surat Al-Hujurât menurut Tafsir Fî Zhilâl Al-Qur`Ân. Karakteristik tersebut
UPUP Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi filsafat Islam serta kesadaran berpikir kritis berbasis epistemologi IslamOleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi filsafat Islam serta kesadaran berpikir kritis berbasis epistemologi Islam
YMPNYMPN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna filosofis dan sosial yang terkandung dalam tradisi Mebuug-Buugan, dan untuk menilai bagaimanaTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna filosofis dan sosial yang terkandung dalam tradisi Mebuug-Buugan, dan untuk menilai bagaimana
ISQIISQI Artikel ini merekomendasikan beberapa strategi kunci seperti reformasi manajemen kelembagaan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan kolaborasi lintasArtikel ini merekomendasikan beberapa strategi kunci seperti reformasi manajemen kelembagaan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan kolaborasi lintas
ISQIISQI Pendidikan Islam memiliki signifikansi strategis dalam membentuk karakter, moralitas, dan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, yangPendidikan Islam memiliki signifikansi strategis dalam membentuk karakter, moralitas, dan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, yang
ISQIISQI Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Bukhoren, sebagai bagian dari tradisi keagamaan masyarakat, memiliki makna yang mendalam dalam berbagai dimensiHasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Bukhoren, sebagai bagian dari tradisi keagamaan masyarakat, memiliki makna yang mendalam dalam berbagai dimensi
MAHESA CENTERMAHESA CENTER Sedangkan pola tabur belum je;as filosofinya, dengan visualisasi motif bertumpuk dan padat. Kata Kunci: Ragam Motif, Pola, Batik Riau, Nilai tradisi danSedangkan pola tabur belum je;as filosofinya, dengan visualisasi motif bertumpuk dan padat. Kata Kunci: Ragam Motif, Pola, Batik Riau, Nilai tradisi dan
Useful /
STTAASTTAA Dehumanisasi ini menghasilkan siklus penindasan yang berdampak pada keluarga dan generasi mendatang. Rehumanisasi berbasis pemahaman kemanusiaan sebagaiDehumanisasi ini menghasilkan siklus penindasan yang berdampak pada keluarga dan generasi mendatang. Rehumanisasi berbasis pemahaman kemanusiaan sebagai
PCRPCR Program melibatkan 21 UMKM dari berbagai sektor dan 120 mahasiswa pendamping. Hasil survei terhadap UMKM menunjukkan keberhasilan program, di mana 66,7%Program melibatkan 21 UMKM dari berbagai sektor dan 120 mahasiswa pendamping. Hasil survei terhadap UMKM menunjukkan keberhasilan program, di mana 66,7%
MAHESA CENTERMAHESA CENTER Metode penelitian mengunakan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan bersumber dari hasil wawancara seniman Jaran Kencak bernama Isbullah (50 th) pewarisMetode penelitian mengunakan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan bersumber dari hasil wawancara seniman Jaran Kencak bernama Isbullah (50 th) pewaris
MAHESA CENTERMAHESA CENTER Peneliti menambahkan narasumber ahli seorang dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan UM yaitu Febrita (40 Tahun). Selain wawancara, digunakan observasi dan dokumentasiPeneliti menambahkan narasumber ahli seorang dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan UM yaitu Febrita (40 Tahun). Selain wawancara, digunakan observasi dan dokumentasi