ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA
Jurnal Apresiasi EkonomiJurnal Apresiasi EkonomiPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menguji pengaruh keseimbangan kerja-kehidupan dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja, dengan keterlibatan karyawan sebagai variabel perantara di antara karyawan mal di Jakarta Barat. Menggunakan program SmartPLS versi 4.0, penelitian ini menguji validitas, reliabilitas, dan hubungan kausal antara variabel-variabel tersebut. Hasil menunjukkan bahwa keseimbangan kerja-kehidupan dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan keterlibatan karyawan sebagai variabel perantara. Keseimbangan kerja-kehidupan yang baik, tekanan kerja yang rendah, stabilitas pekerjaan, dan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung meningkatkan kepuasan kerja. Keterlibatan karyawan yang tinggi juga berkontribusi positif terhadap kepuasan kerja, meskipun melemahkan efek keseimbangan kerja-kehidupan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen mal perlu menjaga keseimbangan kerja-kehidupan, lingkungan kerja yang baik, dan meningkatkan keterlibatan karyawan untuk mencapai kepuasan kerja yang optimal. Selain itu, data survei menunjukkan bahwa kepuasan kerja di antara karyawan masih relatif rendah, karena keseimbangan kerja-kehidupan, lingkungan kerja, dan keterlibatan karyawan yang belum optimal. Peningkatan kepuasan kerja tergantung tidak hanya pada karyawan tetapi juga pada berbagai faktor di dalam perusahaan. Penelitian ini memberikan wawasan tambahan tentang keterlibatan karyawan sebagai variabel perantara dalam pengaruh keseimbangan kerja-kehidupan dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan kerja-kehidupan dan lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di mal Jakarta Barat.Keseimbangan kerja-kehidupan yang baik, tekanan kerja yang rendah, dan stabilitas pekerjaan berkontribusi positif terhadap kepuasan kerja.Lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung juga meningkatkan kepuasan kerja.Keterlibatan karyawan yang tinggi juga memiliki dampak positif terhadap kepuasan kerja, meskipun melemahkan pengaruh keseimbangan kerja-kehidupan.Namun, lingkungan kerja tetap memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, baik secara langsung maupun melalui mediasi keterlibatan karyawan.Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya keseimbangan kerja-kehidupan, lingkungan kerja, dan keterlibatan karyawan dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada strategi-strategi spesifik yang dapat diterapkan oleh manajemen mal untuk meningkatkan keseimbangan kerja-kehidupan dan lingkungan kerja karyawan. Penelitian ini dapat menyelidiki intervensi-intervensi yang efektif, seperti pelatihan manajemen waktu, program kesejahteraan karyawan, atau desain ruang kerja yang inovatif. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan keterlibatan karyawan, seperti pengembangan budaya organisasi yang mendukung dan memberikan kesempatan untuk pertumbuhan pribadi dan profesional. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi manajemen mal untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan sehat.
- The Effect of Work Environment on Flexible Working Hours, Employee Engagement and Employee Motivation... doi.org/10.32479/irmm.8114The Effect of Work Environment on Flexible Working Hours Employee Engagement and Employee Motivation doi 10 32479 irmm 8114
- PENGARUH WORK LIFE BALANCE, KEPUASAN KERJA DAN WORK ENGAGEMENT TERHADAP TURNOVER INTENTIONS DENGAN MENTORING... Doi.Org/10.26623/Jreb.V12i1.1525PENGARUH WORK LIFE BALANCE KEPUASAN KERJA DAN WORK ENGAGEMENT TERHADAP TURNOVER INTENTIONS DENGAN MENTORING Doi Org 10 26623 Jreb V12i1 1525
| File size | 576.65 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
4141 Data dikumpulkan dari seluruh 121 pegawai (metode sensus) melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares (PLS) melalui SmartPLS 3.Data dikumpulkan dari seluruh 121 pegawai (metode sensus) melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares (PLS) melalui SmartPLS 3.
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Data deskriptif menunjukkan bahwa keseimbangan kehidupan kerja yang baik, gaji dan tunjangan yang sesuai, kepemimpinan yang kompeten, dan penempatan kerjaData deskriptif menunjukkan bahwa keseimbangan kehidupan kerja yang baik, gaji dan tunjangan yang sesuai, kepemimpinan yang kompeten, dan penempatan kerja
STIESTEKOMSTIESTEKOM Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data dengan regresi linear berganda yang diproses dengan SEM-Partial Least Square 3. 0, untukPengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data dengan regresi linear berganda yang diproses dengan SEM-Partial Least Square 3. 0, untuk
STIESTEKOMSTIESTEKOM Nilai F-statistic sebesar 13,603 (p < 0,05) mengonfirmasi signifikansi model secara keseluruhan. Nilai adjusted R² sebesar 0,36 menunjukkan bahwa 36%Nilai F-statistic sebesar 13,603 (p < 0,05) mengonfirmasi signifikansi model secara keseluruhan. Nilai adjusted R² sebesar 0,36 menunjukkan bahwa 36%
INABAINABA Dengan struktur ideologis dan inovatifnya, jaringan online memberikan kesempatan kepada publik umum untuk berkembang sebagai merek secara kasar dan produktif.Dengan struktur ideologis dan inovatifnya, jaringan online memberikan kesempatan kepada publik umum untuk berkembang sebagai merek secara kasar dan produktif.
PPMSCHOOLPPMSCHOOL Kemampuan dan kemauan yang dimiliki oleh karyawan menjadi kontribusi paling besar bagi suatu perusahaan. Perusahaan diharapkan dapat mengelola tenaga kerjaKemampuan dan kemauan yang dimiliki oleh karyawan menjadi kontribusi paling besar bagi suatu perusahaan. Perusahaan diharapkan dapat mengelola tenaga kerja
PPMSCHOOLPPMSCHOOL Dari hasil identifikasi diketahui risiko terbanyak terdapat pada fase konstruksi, dengan faktor eksternal dan kondisi site sebanyak 5 dari 23 risiko danDari hasil identifikasi diketahui risiko terbanyak terdapat pada fase konstruksi, dengan faktor eksternal dan kondisi site sebanyak 5 dari 23 risiko dan
UMPRUMPR Kendala‑kendala yang muncul dapat diatasi dengan metode pendampingan, dan saran yang diajukan adalah diharapkan adanya kerja sama antara pihak STIM ShantiKendala‑kendala yang muncul dapat diatasi dengan metode pendampingan, dan saran yang diajukan adalah diharapkan adanya kerja sama antara pihak STIM Shanti
Useful /
STTABSTTAB Perkembangan teknologi dari era Society 1. 0 hingga Society 5. 0 telah mengubah pola hidup manusia secara drastis, termasuk di Indonesia yang masih beradaPerkembangan teknologi dari era Society 1. 0 hingga Society 5. 0 telah mengubah pola hidup manusia secara drastis, termasuk di Indonesia yang masih berada
STIESTEKOMSTIESTEKOM Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi secara optimal lebih berperan dalam meningkatkan kinerja UMKM dibandingkan dengan penerapanTemuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi secara optimal lebih berperan dalam meningkatkan kinerja UMKM dibandingkan dengan penerapan
STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA Latar belakang: Penyakit TB paru dapat menjadi sumber stresor yang meningkatkan potensi stres pada penderitanya. Manifestasi klinis penyakit dan prosesLatar belakang: Penyakit TB paru dapat menjadi sumber stresor yang meningkatkan potensi stres pada penderitanya. Manifestasi klinis penyakit dan proses
INABAINABA Komitmen organisasi memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai korelasi 0,5611 dengan tingkat hubungan yang kuat. 9). Prosedur OperasionalKomitmen organisasi memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai korelasi 0,5611 dengan tingkat hubungan yang kuat. 9). Prosedur Operasional