STIKESHBSTIKESHB

JURKESSIAJURKESSIA

Ketidakpatuhan pasien diabetes mellitus terhadap diet dapat dilihat dari sisa makanan yang tinggi. Sisa makanan merupakan indikator keberhasilan layanan gizi di unit rawat inap. Sisa makanan terjadi karena pasien tidak menghabiskan makanan yang diberikan. Penyebab utama meliputi faktor eksternal dan internal, tetapi faktor kualitas makanan seperti variasi makanan, penampilan, dan rasa juga menjadi penyebab. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sisa makanan pasien diabetes mellitus di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Desain penelitian menggunakan pendekatan survei cross-sectional dengan sampel 45 pasien. Uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa variasi makanan dan penampilan tidak berkorelasi dengan sisa makanan (p > 0,05), sedangkan rasa makanan memiliki korelasi signifikan (p < 0,05).

Pasien diabetes mellitus umumnya berusia di atas 45 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan memiliki status gizi normal.Sebagian besar pasien menyatakan puas terhadap variasi, penampilan, dan rasa makanan.Rata-rata sisa makanan terbesar terdapat pada lauk nabati (55,6%) dan buah (51,1%).Tidak ada hubungan antara variasi makanan dan penampilan dengan sisa makanan, tetapi ada hubungan signifikan antara rasa makanan dan sisa makanan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh ukuran porsi makanan terhadap sisa makanan pasien diabetes mellitus. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang preferensi makanan pasien untuk meningkatkan kepuasan dan konsumsi. Penelitian juga bisa melibatkan evaluasi peran edukasi gizi sebelum rawat inap dalam mengurangi sisa makanan. Ketiga saran ini bertujuan mengidentifikasi faktor tambahan yang memengaruhi konsumsi makanan dan memperbaiki layanan gizi di rumah sakit.

Read online
File size136.17 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test