STIKESHBSTIKESHB

JURKESSIAJURKESSIA

Labu kuning adalah tanaman lokal yang melimpah di Indonesia. Labu kuning merupakan salah satu makanan yang mengandung serat tinggi. Serat dalam 100 gram labu kuning mencapai 2,4 gram dan kandungan karbohidratnya mencapai 10 gram. Diversifikasi pangan penting untuk meningkatkan keragaman pangan di Indonesia. Diversifikasi dapat dilakukan dengan menambahkan labu kuning segar ke dalam pembuatan kue kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi labu kuning (Cucurbita moschata Durch) terhadap mutu (karbohidrat dan serat kasar) serta daya terima kue kering (warna, aroma, tekstur, dan rasa). Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap. Metode pengujian karbohidrat menggunakan metode Luff-Schoorl dan serat kasar dengan metode gravimetri. Metode pengujian organoleptik dengan metode hedonik. Uji statistik untuk organoleptik menggunakan uji Friedman dan untuk karbohidrat serta serat kasar menggunakan ANOVA satu arah. Hasil menunjukkan tidak ada pengaruh proporsi labu kuning terhadap kadar karbohidrat kue kering (p = 0,083). Ada pengaruh proporsi labu kuning terhadap serat kasar kue kering (p = 0,005) dan daya terima kue kering: warna (p = 0,000), aroma (p = 0,000), tekstur (p = 0,000), dan rasa (p = 0,000). Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), mutu terbaik dalam hal karbohidrat ditemukan pada perlakuan P5 dengan rata-rata 31,71% dan mutu terbaik dalam hal serat kasar pada perlakuan P5 dengan rata-rata 3,86%.

Tidak ada pengaruh antara proporsi labu kuning terhadap kadar karbohidrat.Ada pengaruh antara proporsi labu kuning terhadap kadar serat kasar dan daya terima kue kering (warna, aroma, tekstur, dan rasa).Mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), mutu terbaik dari segi kadar karbohidrat adalah pada perlakuan P5 dengan nilai rata-rata 31,71% dan mutu terbaik dari segi kadar serat kasar adalah perlakuan P5 dengan rata-rata 3,86%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikemukakan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji pengaruh metode pengolahan alternatif (seperti pengeringan vakum atau pasterisasi) terhadap kualitas nutrisi dan daya tahan kue kering berbahan labu kuning. Kedua, studi tentang dampak penyimpanan jangka panjang pada karakteristik fisik dan sensorik kue kering berbahan labu kuning dapat menjadi arah penelitian baru, mengingat perubahan tekstur dan rasa yang mungkin terjadi. Ketiga, penelitian dapat dikembangkan untuk mengeksplorasi aplikasi labu kuning dalam produk pangan lain, seperti minuman fungsional atau makanan bayi, dengan mempertimbangkan nilai gizinya yang tinggi dan potensinya sebagai bahan biofortifikasi.

Read online
File size138.49 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test