STIKESHBSTIKESHB
JURKESSIAJURKESSIABeras merupakan sumber utama karbohidrat dan serat pangan. Makanan yang mengandung karbohidrat rendah serta serat tinggi cenderung memiliki indeks glikemik (IG) rendah, sehingga konsumsi makanan ber‑IG rendah dapat menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Varietas beras Siam (Mutiara, Unus, dan Saba) banyak dibudidayakan oleh petani di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar serat, kadar karbohidrat, serta menganalisis perbedaan IG pada ketiga varietas beras tersebut untuk keperluan penderita diabetes mellitus. Metode yang digunakan berupa penelitian eksperimental; kadar serat diukur dengan metode Luft‑Schoorl, kadar karbohidrat dengan metode gravimetri, dan IG ditentukan dengan menguji kadar glukosa darah delapan responden sehat sebelum dan selama dua jam setelah mengonsumsi nasi (pengukuran tiap 30 menit). Hasil menunjukkan rata‑rata kadar serat sebesar 3,12 %, 3,24 %, dan 3,07 % untuk Mutiara, Unus, dan Saba; kadar karbohidrat masing‑masing 10,47 %, 12,51 %, dan 13,95 %; serta IG rata‑rata 54,4 % (Mutiara), 50,1 % (Unus), dan 53,4 % (Saba). Analisis repeated‑ANOVA menghasilkan p > 0,05 (0,792), yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan signifikan antar varietas. Kesimpulannya, ketiga varietas beras Siam memiliki IG rendah dan dapat dijadikan alternatif pangan bagi penderita diabetes mellitus.
Dalam 100 gram nasi yang diolah dari beras siam mutiara, unus dan saba memiliki kadar serat yang cukup tinggi yaitu rata‑rata sebesar 3,14 %.kadar karbohidrat rendah rata‑rata sebesar 12,3 % dan nilai Indeks glikemiknya rata‑rata sebesar 52,33 %.Sehingga nasi dari beras siam mutiara, unus dan saba dapat digunakan bahan makanan tepat jenis dalam menjalankan diet diabetes mellitus.
Penelitian lanjutan dapat menyelidiki respons glikemik dari beras siam (mutiara, unus, dan saba) pada pasien diabetes mellitus dibandingkan dengan respon pada subjek sehat, untuk mengetahui apakah perbedaan IG yang terdeteksi tetap konsisten pada populasi penderita diabetes; selanjutnya, studi dapat mengevaluasi pengaruh berbagai metode memasak (misalnya mengukus, memasak dengan rice‑cooker, dan pressure cooking) terhadap nilai IG serta retensi serat dan karbohidrat pada ketiga varietas beras, guna menentukan teknik memasak yang optimal untuk menurunkan beban glikemik; terakhir, intervensi diet jangka panjang yang menggunakan beras siam sebagai komponen utama dapat diuji untuk mengukur dampaknya terhadap HbA1c, profil lipid, dan parameter metabolik lainnya pada pasien diabetes tipe 2, sehingga dapat memberikan bukti klinis yang lebih kuat mengenai manfaat kesehatan berkelanjutan dari konsumsi beras ber‑IG rendah.
| File size | 132.08 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
POLANKAPOLANKA Pemberian fraksi n-heksan 100 mg/kgBB berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus dibandingkan kelompok kontrol. Fraksi petroleumPemberian fraksi n-heksan 100 mg/kgBB berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus dibandingkan kelompok kontrol. Fraksi petroleum
AIPTLMI IASMLTAIPTLMI IASMLT Pada anak usia sekolah dasar, sistem imun yang optimal tidak hanya sebagai benteng pertahanan tubuh namun juga merupakan fondasi penting untuk mendukungPada anak usia sekolah dasar, sistem imun yang optimal tidak hanya sebagai benteng pertahanan tubuh namun juga merupakan fondasi penting untuk mendukung
AIPTLMI IASMLTAIPTLMI IASMLT Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang DM dan pemanfaatan daun kelor sebagai upaya pencegahan diabetesKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang DM dan pemanfaatan daun kelor sebagai upaya pencegahan diabetes
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG W. Z. Johannes Kupang menunjukkan terdapat 797 kasus diabetes melitus tipe 2 sepanjang Januari–Desember. Penelitian ini untuk menilai hubungan antaraW. Z. Johannes Kupang menunjukkan terdapat 797 kasus diabetes melitus tipe 2 sepanjang Januari–Desember. Penelitian ini untuk menilai hubungan antara
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang tepat untuk menstabilkan kadar gula darah, kepatuhan terhadap diet atau terapi gizi menjadi salah satu faktorOleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang tepat untuk menstabilkan kadar gula darah, kepatuhan terhadap diet atau terapi gizi menjadi salah satu faktor
STIKMKSSTIKMKS Busa yang dihasilkan memenuhi standar SNI dan pH juga sesuai. Kesimpulannya, sabun tersebut berpotensi menjadi inovasi dalam pengembangan sabun transparanBusa yang dihasilkan memenuhi standar SNI dan pH juga sesuai. Kesimpulannya, sabun tersebut berpotensi menjadi inovasi dalam pengembangan sabun transparan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Pemantapan mutu internal (PMI) merupakan kegiatan pemantauan dan pencegahan rutin yang dilakukan oleh laboratorium untuk meminimalkan terjadinya kesalahanPemantapan mutu internal (PMI) merupakan kegiatan pemantauan dan pencegahan rutin yang dilakukan oleh laboratorium untuk meminimalkan terjadinya kesalahan
POLANKAPOLANKA Metode penelitian merupakan penelitian Observasional Crossectional dengan mengambil data pasien secara prospektif dengan melakukan penelusuran dokumenMetode penelitian merupakan penelitian Observasional Crossectional dengan mengambil data pasien secara prospektif dengan melakukan penelusuran dokumen
Useful /
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG ANOVA results showed no significant differences (p>0. 05) in all organoleptic aspects. Based on nutritional analysis, cookies from P1 (20%:25%) had theANOVA results showed no significant differences (p>0. 05) in all organoleptic aspects. Based on nutritional analysis, cookies from P1 (20%:25%) had the
STIKESHBSTIKESHB When the body became more relaxed, the mind became calmer that indirectly contributed to reducing anxiety in patients due to uncontrollable exaggeratedWhen the body became more relaxed, the mind became calmer that indirectly contributed to reducing anxiety in patients due to uncontrollable exaggerated
STIKESHBSTIKESHB Penulisan dokumentasi triase Emergency Severity Index (ESI) lebih efektif dibandingkan Canada Triage Acuity Scale (CTAS) dalam menentukan prioritas triasePenulisan dokumentasi triase Emergency Severity Index (ESI) lebih efektif dibandingkan Canada Triage Acuity Scale (CTAS) dalam menentukan prioritas triase
STIKMKSSTIKMKS Transformasi pola komunikasi di BPJS Kesehatan Kabupaten Gorontalo bukan hanya perubahan teknis, melainkan juga proses sosial dan budaya yang kompleks.Transformasi pola komunikasi di BPJS Kesehatan Kabupaten Gorontalo bukan hanya perubahan teknis, melainkan juga proses sosial dan budaya yang kompleks.