UMNUUMNU
Jurnal Sains Peternakan NusantaraJurnal Sains Peternakan NusantaraPeriode periparturient sapi perah merupakan fase transisi dimulai dari tiga minggu sebelum sampai tiga minggu setelah partus dengan perubahan secara fisiologis ditandai oleh meningkatnya kebutuhan energi untuk laktasi dan menurunnya konsumsi pakan, sehingga menyebabkan negative energy balance (NEB) dan stres metabolik. Hormon glukagon periode periparturient berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme energi melalui aktivasi glikogenolisis dan glukoneogenesis di hati untuk mempertahankan kadar glukosa darah, serta mendorong terjadinya lipolisis jaringan adiposa yang menghasilkan non-esterified fatty acid (NEFA) sebagai sumber energi alternatif. Glukagon berperan menjaga keseimbangan adaptasi metabolik untuk mengurangi gangguan, seperti ketosis, fatty liver, dan penurunan laktasi awal. Tujuan utama untuk menganalisis peran hormon glukagon dalam regulasi metabolisme energi dan respons stres yang saling berinteraksi dengan hormon lain dan faktor nutrisi yang berpengaruh pada fisiologi dan metabolik sapi perah periparturient. Pembahasan meliputi tiga aspek utama, yaitu (1) mekanisme fisiologis glukagon dalam metabolisme energi, (2) interaksi glukagon dengan hormon lain seperti insulin, GH, IGF-1, dan kortisol, serta (3) pengaruh suplementasi medium-chain fatty acids (MCFA) dan glutamat terlindung rumen terhadap aktivitas dan kestabilan sekresi glukagon sebagai respon stres pada sapi perah periparturient. Metode penulisan menggunakan pendekatan review literatur berdasarkan analisis jurnal ilmiah terbaru yang relevan dengan metabolisme energi sapi perah. Hasil kajian menunjukkan bahwa glukagon menjadi regulator utama dalam integrasi respon endokrin dan metabolik, bekerja sinergis dengan hormon lain dan dipengaruhi oleh status nutrisi untuk menjaga homeostasis, serta mengurangi stres fisiologis. Kesimpulannya, optimalisasi keseimbangan hormonal dan manajemen nutrisi sangat penting untuk mendukung efisiensi metabolik, produktivitas sapi perah, dan mengurangi stres selama periode periparturient.
Hormon glukagon berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme dan respons stres pada sapi perah periode periparturient.Kondisi negative energy balance (NEB) mengaktifkan glukagon untuk mempertahankan kadar glukosa darah melalui glukoneogenesis dan glikogenolisis, serta berkoordinasi dengan hormon lain seperti insulin, GH, IGF-1, dan kortisol.Faktor nutrisi seperti suplementasi MCFA dan glutamat terlindung rumen dapat meningkatkan efisiensi metabolik dan stabilitas hormonal guna mengurangi risiko gangguan metabolik seperti ketosis dan fatty liver.
Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh variasi dosis glutamat terlindung rumen terhadap dinamika sekresi glukagon dan respons stres metabolik pada sapi perah selama masa periparturien, untuk menentukan dosis optimal yang dapat menyeimbangkan adaptasi metabolik tanpa memicu hiperglukagonemia. Kedua, penting untuk mengkaji efek kombinasi suplementasi MCFA dengan asam lemak esensial terhadap ekspresi gen metabolisme hati dan fungsi imun pasca partus, guna memahami sinergi nutrisi dalam mendukung homeostasis energi dan ketahanan terhadap penyakit. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang pola pemberian pakan berbasis waktu (time-restricted feeding) pada sapi perah prepartum untuk melihat pengaruhnya terhadap ritme sirkadian hormon glukagon dan insulin, serta dampaknya terhadap efisiensi metabolisme dan adaptasi stres selama transisi ke laktasi. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi strategi nutrisi yang lebih tepat sasaran dan fisiologis dalam mengelola kesehatan dan produktivitas ternak pada masa kritis.
| File size | 292.35 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
OPENCOMSERVOPENCOMSERV Pemahaman tersebut terlihat dari perbedaan jawaban pertanyaan yang diberikan secara langsung pada awal dan akhir kegiatan. Selain itu, hasil post‑testPemahaman tersebut terlihat dari perbedaan jawaban pertanyaan yang diberikan secara langsung pada awal dan akhir kegiatan. Selain itu, hasil post‑test
OPENCOMSERVOPENCOMSERV Kegiatan melibatkan 30 peserta (20 petani lele, pelaku UMKM, pihak kelurahan, dan tim universitas). Tahapan program mencakup: (1) pelatihan pembuatan pakanKegiatan melibatkan 30 peserta (20 petani lele, pelaku UMKM, pihak kelurahan, dan tim universitas). Tahapan program mencakup: (1) pelatihan pembuatan pakan
OPENCOMSERVOPENCOMSERV Metode: Pengabdian ini menerapkan pendekatan Participatory Action Research dengan desain pra–pasca. Survei pengetahuan-sikap melibatkan 49 respondenMetode: Pengabdian ini menerapkan pendekatan Participatory Action Research dengan desain pra–pasca. Survei pengetahuan-sikap melibatkan 49 responden
OPENCOMSERVOPENCOMSERV Dengan demikian, booklet dapat direkomendasikan sebagai salah satu media edukasi yang efektif dalam promosi kesehatan remaja. Berdasarkan hasil pengabdianDengan demikian, booklet dapat direkomendasikan sebagai salah satu media edukasi yang efektif dalam promosi kesehatan remaja. Berdasarkan hasil pengabdian
IPBIPB Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial dengan membandingkan dua tipe sistem integrasi kopi‑sapi perah, tipe 1 (integrasi yang sudahPenelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial dengan membandingkan dua tipe sistem integrasi kopi‑sapi perah, tipe 1 (integrasi yang sudah
OPENCOMSERVOPENCOMSERV Media yang digunakan adalah alat peraga permainan, media informasi Presentasi Power Point, dan leaflet. Instrumen kuesioner tentang kekerasan diberikanMedia yang digunakan adalah alat peraga permainan, media informasi Presentasi Power Point, dan leaflet. Instrumen kuesioner tentang kekerasan diberikan
OPENCOMSERVOPENCOMSERV Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan guru dalam menyusun alat evaluasi mengingat keterbatasan waktu dan kesibukan dalam menjalankan perannya.Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan guru dalam menyusun alat evaluasi mengingat keterbatasan waktu dan kesibukan dalam menjalankan perannya.
OPENCOMSERVOPENCOMSERV Berdasarkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tahap 1 di Desa Tanara, teridentifikasi beberapa permasalahan utama yang dihadapi oleh pelaku usaha,Berdasarkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tahap 1 di Desa Tanara, teridentifikasi beberapa permasalahan utama yang dihadapi oleh pelaku usaha,
Useful /
OPENCOMSERVOPENCOMSERV Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, serta praktik penyusunan rancangan PTK. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihanMetode yang digunakan meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, serta praktik penyusunan rancangan PTK. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan
OPENCOMSERVOPENCOMSERV Sebelum dilaksanakan penyuluhan, dilakukan pre-test dan post-test melalui pertanyaan secara tertulis pada remaja di kecamatan Rajabasa Raya, Kota BandarSebelum dilaksanakan penyuluhan, dilakukan pre-test dan post-test melalui pertanyaan secara tertulis pada remaja di kecamatan Rajabasa Raya, Kota Bandar
IPBIPB Metode yang diterapkan berupa deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wisata Alam Hutan Pinus Limpakuwus memiliki potensiMetode yang diterapkan berupa deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wisata Alam Hutan Pinus Limpakuwus memiliki potensi
AKPERAKPER Terjadi peningkatan pengetahuan siswi setelah diberikan promosi kesehatan menggunakan video animasi dengan nilai p-value = 0,002 (< 0,005) yang beratiTerjadi peningkatan pengetahuan siswi setelah diberikan promosi kesehatan menggunakan video animasi dengan nilai p-value = 0,002 (< 0,005) yang berati