IAINSORONGIAINSORONG

Tasamuh: Jurnal Studi IslamTasamuh: Jurnal Studi Islam

Penelitian ini menganalisis riwayat Israiliyat tentang kisah Nabi Daud dalam QS. Shad (38:21-25) yang menceritakan pertemuannya dengan dua individu yang berselisih. Studi ini berfokus pada bagaimana Ibnu Jarir ath-Thabari dan Abdurrazzaq ash-Shanani menggunakan Israiliyat dalam interpretasi mereka dan memeriksa sumber serta validitas riwayat-riwayat tersebut. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengandalkan Tafsir ath-Thabari, Tafsir Abdurrazzaq ash-Shanani, dan sumber-sumber relevan lainnya. Hasil penelitian mengungkapkan perbedaan dalam sanad dan struktur interpretatif, namun kedua Tafsir tersebut memiliki sumber awal yang sama dari al-Hasan. Riwayat tersebut menggambarkan ayat tersebut sebagai ujian bagi Nabi Daud dan teguran, yang menyebutkan bahwa ia berniat menikahi istri bawahannya. Untuk mengevaluasi keaslian riwayat-riwayat ini, penelitian ini merujuk pada perspektif para cendekiawan Tafsir klasik dan kontemporer.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan riwayat Israiliyat dalam penafsiran kisah Nabi Daud pada QS.Shad ayat 21–25 oleh Ibnu Jarir ath-Thabari dan Abdurrazzaq ash-Shanani menunjukkan adanya kesamaan dan perbedaan dalam jalur sanad.Mayoritas ulama Tafsir, baik klasik maupun modern, menolak keabsahan riwayat Israiliyat yang menyebutkan bahwa Nabi Daud ingin merebut istri bawahannya melalui siasat.Penolakan ini didasarkan pada prinsip kemaksuman para Nabi dalam Islam dan bertentangan dengan ajaran Islam yang menegaskan keadilan dan integritas moral para Nabi.Pentingnya selektivitas dalam menerima riwayat Israiliyat dalam Tafsir, hanya riwayat yang sesuai dengan prinsip ajaran Islam dan didukung oleh sanad yang kuat yang layak dijadikan rujukan.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh budaya Yahudi dan Kristen terhadap perkembangan riwayat Israiliyat dalam Tafsir klasik, dengan fokus pada bagaimana riwayat-riwayat tersebut dimodifikasi dan disesuaikan dengan konteks Islam. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis secara komparatif pandangan ulama-ulama kontemporer mengenai keabsahan dan penggunaan riwayat Israiliyat dalam Tafsir, serta implikasinya terhadap pemahaman umat Islam tentang kisah-kisah para nabi. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode kritik riwayat Israiliyat yang lebih komprehensif, dengan menggabungkan pendekatan historis, tekstual, dan kontekstual, untuk menghasilkan penilaian yang lebih akurat dan objektif terhadap keaslian riwayat-riwayat tersebut. Pengembangan penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya khazanah studi Tafsir dan meningkatkan pemahaman umat Islam tentang Al-Quran.

Read online
File size356.9 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test