IPMAFAIPMAFA

Mu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi IslamMu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi politik Partai Gerindra dalam meningkatkan partisipasi politik melalui media sosial, dengan fokus pada pemilih muda dan aktivitas komunikator politik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami fenomena sosial dari perspektif partisipan, dengan model analisis studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partai Gerindra menargetkan pemilih muda sebagai bagian dari strategi elektoral. Partai ini aktif melibatkan pemilih muda melalui kegiatan diskusi langsung dan daring, serta berinteraksi di media sosial menggunakan bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh generasi milenial. Aktivitas komunikator politik Gerindra di media sosial bertujuan menjembatani kesenjangan antara pemilih muda dan partai politik, serta membangun kedekatan personal. Selain itu, pengumuman mengenai calon legislatif Gerindra untuk DPRD Kota Pekanbaru dalam Pemilu 2024 disebarluaskan secara transparan melalui surat resmi. Secara keseluruhan, strategi komunikasi politik yang diterapkan Partai Gerindra, melalui aktivitas komunikator politik yang efektif di media sosial, berhasil meningkatkan partisipasi politik, terutama dari kalangan pemilih muda.

Strategi komunikasi politik Partai Gerindra di Pekanbaru berhasil karena didukung oleh interaksi langsung dengan masyarakat, dukungan finansial dan logistik yang memadai, serta figur calon legislatif yang memiliki daya tarik.Media sosial berperan penting dalam menyebarkan visi, misi, dan program partai secara luas dan cepat kepada publik.Namun, tantangan seperti disinformasi dan akurasi informasi di media sosial perlu diatasi untuk menjaga integritas komunikasi politik dan memastikan keberhasilan jangka panjang.

Pertama, perlu diteliti bagaimana personalisasi konten media sosial berdasarkan preferensi demografis pemilih muda di Pekanbaru memengaruhi tingkat keterlibatan dan niat memilih, untuk mengetahui efektivitas kampanye mikro-targeting. Kedua, penting untuk mengkaji dampak kombinasi strategi daring dan luring terhadap pemilih usia 40 tahun ke atas, apakah pendekatan hybrid ini lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan partisipasi politik di kelompok usia tersebut. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas mekanisme verifikasi informasi internal Partai Gerindra dalam mencegah penyebaran disinformasi oleh kader di media sosial, serta bagaimana sistem ini dapat diterapkan secara konsisten di tingkat daerah untuk menjaga kredibilitas partai. Studi-studi ini akan melengkapi temuan penelitian sebelumnya dengan memperdalam aspek teknis, demografis, dan manajemen risiko komunikasi politik digital. Selain itu, pendekatan ini dapat memberikan rekomendasi konkret bagi partai politik lain dalam menghadapi tantangan kampanye modern. Dengan memahami dinamika audiens dan risiko digital secara lebih mendalam, partai dapat menyusun strategi yang lebih adaptif dan bertanggung jawab. Penelitian lanjutan juga sebaiknya mempertimbangkan peran algoritma media sosial dalam menentukan jangkauan pesan politik. Eksplorasi terhadap pola konsumsi konten politik oleh generasi Z di daerah urban seperti Pekanbaru juga penting untuk dikaji. Pemahaman yang lebih holistik tentang ekosistem komunikasi digital akan sangat bermanfaat bagi pengembangan strategi politik yang inklusif dan berkelanjutan.

  1. Aktivitas Komunikator Politik Partai Gerindra dalam Peningkatan Perolehan Suara pada Pemilu 2024 di Kota... journal.ipmafa.ac.id/index.php/muashir/article/view/1291Aktivitas Komunikator Politik Partai Gerindra dalam Peningkatan Perolehan Suara pada Pemilu 2024 di Kota journal ipmafa ac index php muashir article view 1291
Read online
File size524.17 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test